Ending Children Obesity

Obesitas pada anak sebagai salah satu permasalahan malnutrisi di Indonesia memerlukan perbaikan dan penanganan sesegera mungkin. Selain karena prevalensi yang meningkat, kerugian yang ditimbulkan baik bagi individu maupun populasi atau negara akan jauh lebih tinggi apabila tidak ada pencegahan dan penanganan sejak dini. Kasus obesitas anak akan berpengaruh terhadap kualitas hidup di masa dewasa.

WHO di tahun ini kembali menggunakan kata "ending" dalam memberikan rekomendasi dan guidelinenya untuk menangani kasus obesitas pada anak. Perbaikan ini tidak hanya untuk menuntut peningkatan peran orang tua, namun juga keluarga, lingkungan, tenaga kesehatan dan pemerintah. Pendekatan dengan program kesehatan yang tepat, komperhensif (promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif), dan cost-effective. Kolaborasi antar tenaga kesehatan dapat mempercepat menjadi salah satu upaya percepatan penanganan obesitas pada anak. (Dhini RN & Tiara M)

selengkapnya

 

Pertemuan Sosialisasi Pergub KIA di DIY

Pada 15-16 Agustus 2016 telah digelar diskusi terkait pertemuan sosialisasi Pergub KIA di DIY. Tujuan pertemuan ini untuk menekan angka kematian ibu dan anak di DIY. Acara ini diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi DIY dan digelar di Auditorium Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Pertemuan ini merupakan diskusi antara Dinas Kesehatan Propinsi D.I Yogyakarta dengan pegawai tenaga kesehatan di Propinsi D.I Yogyakarta dari mulai pegawai Dinas kesehatan, pegawai Puskesmas dan pegawai Rumah Sakit yang terlibat dalam program KIA untuk diskusi mengenai sosialisasi Pergub KIA di D.I Yogyakarta (manual Rujukan KIA di D.I Yogyakarta). Selengkapnya, silakan simak link berikut

selengkapnya

 

Dirgahayu Republik Indonesia ke-71
Semangat Baru Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi

WHO melalui publikasi terbarunya mengingatkan publik bahwa semakin mendesaknya perbaikan sistem kesehatan di berbagai negara dunia untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak yang dapat dicegah. Sebanyak 303.000 ibu meninggal selama kehamilan atau masa persalinan. 98% dari kasus tersebut terjadi di negara low and middle income countries (LMICs).

Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 tidak hanya disambut dengan gegap gempita serta rasa syukur, namun juga dengan semangat juang dan perbaikan yang tinggi. Indonesia sebagai salah satu negara LMICs turut berpartisipasi dalam Maternal death surveillance and response (MDSR) baseline survey yang dilakukan WHO. WHO mendorong semua negara untuk meningkatkan kualitas data kematian ibu serta melakukan review untuk menganalisis hilangnya kesempatan (untuk mencegah kematian) dan rencana intervensi. Komitmen Indonesia untuk turut dalam MDSR ini seyogyanya diikuti dengan realisasi peningkatan kualitas intervensi untuk preventable mortality ibu dan anak. Peningkatan kualitas Audit Maternal Perinatal (AMP) dapat menjadi langkah awal yang diikuti dengan intervensi yang menjawab permaslahan (mencegah kasus kematian yang dapat dicegah tidak terulang lagi). (Dhini RN & Tiara M)

selengkapnya

 

Reportase: Seminar Trend Kematian Ibu di DIY

Seminar trend kematian ibu telah dilaksanakan pada Kamis (11/8/2016) di Ruang Kuliah S3, FK UGM. Ada banyak isu yang muncul, salah satunya hingga Juli 2016, sudah ada 29 ibu meninggal saat melahirkan di DIY, dengan setengah kasusnya meninggal karena adanya penyakit penyulit. Penyakit penyulit ini diyakini dapat ditangani sejak awal kehamilan dengan treatment yang tepat. Selain itu, muncul pula isu kebutuhan di lapangan, saat ibu hamil beresiko tinggi mengakses layanan kesehatan di faskes tinggi pertama, dan jika hasil screening-nya harus ditangani spesialis obsgyn, sebaiknya langsung dirujuk ke RS PONEK (tanpa melalui rujukan berjenjang).

Selengkapnya silakan simak pada link berikut

selengkapnya

 

Evaluasi program kesehatan “Generasi” terhadap penanganan kematian ibu dan perbandingan program ini dengan “PKH”

Sebuah evaluasi dilakukan untuk melihat dua program kesehatan ibu dan anak di Indonesia yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Generasi (community cash transfer). Hasil penelitian menunjukan Generasi dapat meningkatkan komponen KIA yang tidak dapat dicapai oleh PKH. Generasi mampu meningkatkan pengetahuan kesehatan ibu, mengurangi kendala financial dalam mengakses fasilitas kesehatan meningkatkan pemanfaatan layanan kesehatan; terutama bagi ibu dengan risiko tinggi, memperbaiki fasilitas posyandu, dan meningkatkan asupan nutrisi. Sedangkan hasil evaluasi untuk PKH menunjukan bahwa pengaruh terbesar dari program ini hanya pada peningkatan pemanfaatan fasilitas kesehatan. Meski demikian, kedua program ini cenderung kurang mampu memberikan dampak signifikan terhadap penurunan kematian ibu karena terdapat permasalahan desain dan implementasi program yang dapat menurunkan tingkat efektifitas program. (Dhini RN & Tiara M)

selengkapnya

 

Berita Nasional

timbul-desa-untuk-tekan-akiKetua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bantul Erna Kusmawati mencanangkan Timbul Desa di aula Kompleks Pemda 2 Manding,...
8
syl-ingin-kornas-iakmi-bisa-bantu-hasilkan-regulasi-setingkat-keppresGubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ingin tercipta komitmen nasional dari Kornas IAKMI. Komitmen yang dimaksud adalah dengan lahirnya sebuah regulasi....
19

Berita Internasional

maternal-mortality-in-texas-is-a-national-embarrassmentLast week, researchers studying maternal mortality in the United States reported an ominous trend: The rate of pregnancy-related deaths in Texas seemed to...
12
texas-reported-a-dramatic-rise-in-maternal-mortality-rateA recent study revealed a dramatic rise in maternal death rates in the United States. Researchers found out a spike in the number of women who died from...
28

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencana mjkmjk
mjkdeskes deskes dokter-ruralm  aids2

Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates