Jakarta - Leukemia termasuk salah satu jenis kanker darah yang juga menyerang anak. Pasien anak yang mengidap leukemia biasanya berada di bawah 18 tahun. Ada keluhan yang sering dialami anak, yang berujung pada kecurigaan terhadap kanker darah.

"Mereka yang leukemia biasanya datang dengan keluhan gagal tumbuh, maksudnya (badan) sulit tumbuh besar. Lalu sering demam, keringatan, nafsu makan menurun, dan perut merasa tidak nyaman," ujar Andree dalam tayangan di akun YouTube presenter 'Ayo Hidup Sehat' TVOne, Vito Anggarino Damay, ditulis Selasa, 19 Februari 2019

Selain itu, anak juga bisa mengalami demam naik-turun atau hilang-timbul dalam jangka waktu lama. Adapun gejala kanker darah pada pasien dewasa biasanya perut begah, terutama di sebelah kiri.

Jakarta - Tiga orang warga Kalimantan Utara (Kaltara) dinyatakan positif terinfeksi leptospirosis pada awal Januari 2019. Dua dari tiga pasien leptospirosis itu meninggal dunia. Kasus leptospirosis ini merupakan yang pertama kali terjadi di Kaltara.

Sebelumnya, tak pernah ditemukan penyakit yang diakibatkan oleh bakteri Leptospirosa sp dan ditularkan dari kencing tikus di Kaltara, terutama di Kota Tarakan. Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara pun menetapkan kondisi itu sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Temuan kasus leptospirosis serta penetapan KLB itu kemudian dilaporkan pada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan RI, Anung Sugihantono menyampaikan, KLB leptospirosis memang sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat. Penetapan KLB ini didukung adanya kasus kematian leptospirosis.

Kelainan jantung bawaan (KJB) merupakan salah satu kelainan bawaan yang banyak terjadi pada bayi baru lahir. KJB pada bayi sudah dapat dideteksi sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Setelah bayi berusia 20 minggu, apapun kelainan pada jantungnya dapat dideteksi melalui pemeriksaan USG. Namun, meski dapat terdeteksi, KJB tidak dapat diatasi saat bayi masih berada di dalam kandungan. Tindakan terhadap KJB pada bayi baru dapat diputuskan setelah bayi lahir.

Agar KJB tidak terjadi pada bayi Anda, maka Anda sebaiknya melakukan tindakan pencegahan. Meski hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, Anda dapat menghindari faktor risiko KJB, seperti:

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2