Meningkatnya Angka Kematian Ibu Selama Pandemi COVID-19

Meningkatnya Angka Kematian Ibu Selama Pandemi COVID-19

Pengantar Mingguan

Pandemi COVID-19 berdampak pada berubahnya fokus pemberian layanan kesehatan di fasilitas kesehatan. Semua upaya kesehatan fokus pada pelayanan COVID-19. Fasilitas kesehatan menerima lonjakan pasien COVID-19 setelah libur panjang dan serangan varian baru. Tanpa disadari, angka kematian ibu hamil meningkat selama pandemi.

Dari data yang didapat oleh Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Surabaya, di Jawa Timur pada Januari hingga Juni 2021 terjadi 329 kematian ibu hamil/bersalin. Hal ini sungguh mencengangkan karena dalam kurun waktu Juli 2021 saja terjadi 311 kematian ibu hamil/bersalin. Jumlah angka kematian ibu hamil pada Juli lalu hampir sama dengan total enam bulan sebelumnya, bertepatan dengan lonjakan kasus COVID-19. Sebelum pandemi, banyak persalinan yang dilakukan di rumah sakit (RS) bersalin dengan keterbatasan fasilitas intensive care dan alat bantu napas. Sebagian ibu hamil yang terkena COVID-19 memerlukan alat bantu napas sehingga harus dirujuk ke RS umum.

Padahal, RS umum kala itu penuh dengan pasien COVID-19 non hamil. Hal ini mengakibatkan ibu hamil dengan COVID-19 yang akan bersalin harus antre untuk mendapat layanan di unit gawat darurat terutama saat terjadi lonjakan kasus. Beberapa di antaranya memburuk sebelum atau sesudah bayi dilahirkan. Sejak pandemi melanda Indonesia pada Maret 2020, sampai sekarang belum ada RS umum dengan kapasitas besar dan fasilitas lengkap yang dikhususkan untuk perawatan/persalinan ibu hamil dengan Covid-19.

Artikel ini telah dipublikasikan pada Agustus 2021 di JawaPos.com, selengkapnya https://www.jawapos.com/opini/13/08/2021/melonjaknya-angka-kematian-ibu-hamil/