Auto Draft

Faktor yang Berkaitan dengan Kehamilan yang Tidak Diinginkan Selama Pandemi COVID-19 di Ethiopia

Pengantar Mingguan

Pandemi COVID-19 mengakibatkan terbatasnya pelayanan kesehatan terutama pada kesehatan reproduksi seperti penggunaan kontrasepsi. Pandemi COVID-19 secara langsung mempengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan reproduksi seperti diberlakukannya pembatasan aktivitas masyarakat, isolasi bagi yang terkonfirmasi positif COVID-19, dan pemberlakuan jaga jarak di tempat umum. Akses kontrasepsi di era pandemi COVID-19 dibatasi karena adanya pergeseran programatik ke pencegahan dan pengendalian COVID-19. Selain itu, strategi pencegahan dan pengendalian COVID-19 secara tidak langsung meningkatkan risiko kekerasan seksual. Hal ini merupakan salah satu faktor peningkatan besarnya kehamilan yang tidak diinginkan. Keluarga berencana merupakan salah satu komponen pelayanan kesehatan ibu yang perlu mendapat perhatian di masa sulit ini.

Kompromi pada layanan keluarga berencana dan strategi pencegahan COVID-19 yang tidak tepat dapat meningkatkan beban kehamilan yang tidak diinginkan. Hal ini bisa menjadi faktor pendukung terjadinya jutaan aborsi yang tidak aman dan kematian para wanita. Upaya untuk mengatasi hal ini seperti meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang layanan kesehatan ibu termasuk keluarga berencana, meningkatkan daya pengambilan keputusan perempuan untuk layanan kesehatan ibu, dan memberikan penekanan pada komplikasi terkait kehamilan dengan dukungan penyedia layanan kesehatan sangat diperlukan. Penelitian ini melibatkan 424 wanita yang mendapatkan pelayanan kehamilan selama bulan November hingga Desember 2020. Artikel ini telah dipublikasikan pada Mei 2021 di International Journal of Women’s Health, selengkapnya https://www.dovepress.com/unintended-pregnancy-during-covid-19-pandemic-among-women-attending-an-peer-reviewed-fulltext-article-IJWH