Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Puskesmas Terpencil dan Sangat Terpencil di Masa Pandemi COVID-1

Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Puskesmas Terpencil dan Sangat Terpencil di Masa Pandemi COVID-19

Pengantar Mingguan

Sebuah studi dilakukan untuk mendapatkan gambaran penyelenggaraan pelayanan KIA di puskesmas terpencil dan sangat terpencil pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini memanfaatkan informasi melalui tim Nusantara Sehat dengan pengisian survey elektronik.

Hasil penelitian menunjukkan 22,1% merupakan puskesmas terpencil dan 77,9% puskesmas sangat terpencil. Hanya 25,5% puskesmas yang menyatakan bahwa masyarakat di wilayah kerjanya mentaati anjuran pemerintah untuk tinggal di rumah saja karena sudah ada kasus COVID-19.

Dana untuk pelayanan KIA tidak tersedia di 12,6% puskesmas. Bidan masih kurang di 17,2% puskesmas. Pedoman KIA di masa pandemi COVID-19 tidak tersedia di 39,6% puskesmas, APD pelayanan KIA tidak lengkap di 64,1% puskesmas, media KIE tidak ada di 11,7% puskesmas. Di beberapa puskesmas terdapat pelayanan yang wajib dilaksanakan tetapi tidak dapat dilaksanakan atau ditunda.

Rata – rata nilai pelayanan KIA di puskesmas 65,2. Dari hasil ini, masih diperlukan upaya pembinaan baik oleh dinas kesehatan propinsi dan kabupaten maupun kementerian kesehatan melalui pembinaan wilayah agar pelayanan KIA tetap dapat diberikan sesuai standar.

Selengkapnya : https://jurnal.umj.ac.id/index.php/AN-NUR/article/view/8698