Setiap hari, 830 perempuan di seluruh dunia meninggal akibat komplikasi kehamilan dan melahirkan. Hal ini mempengaruhi seluruh perempuan di manapun, dari Sierra Leone, dimana angka mortalitas maternal paling tinggi hingga Amerika Serikat – salah satu negara maju dimana angka kematian ibu sedang meningkat.

Penyebab dari kematian ibu terus meningkat dan mengakar di bidang sosial, budaya dan ekonomi masyarakat. Namun sesungguhnya hampir semua penyebab kematian ibu dapat dicegah. Hingga 98 % dari kematian terkait kehamilan dan melahirkan dapat dicegah dengan menyediakan pelayanan yang berkualitas dan terhormat serta laik bagi perempuan selama hidup dan kelahiran anak. Rockefeller Foundation berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan kematian ibu di seluruh dunia dan menjadi bagian dari solusi tersebut.

Buku KIA merupakan buku yang berisi catatan kesehatan ibu dan anak yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui upaya mendeteksi secara dini adanya masalah kesehatan ibu dan anak. Saat ini telah banyak upaya yang dilakukan berkaitan dengan pemanfaatan buku KIA, namun masih belum sesuai harapan. Berdasarkan Survei Kesehatan Nasional 2016 bahwa 81.5% ibu hamil sudah memiliki buku KIA, namun yang bisa menunjukkan hanya 60,5 %. Pengisian buku KIA juga hanya saat kehamilan dan bayi baru lahir, padahal buku KIA memuat informasi tentang kesehatan ibu hamil hingga anak berusia 6 tahun.

Penyakit jantung dalam kehamilan merupakan salah satu penyebab kematian maternal non-obstetrik yang cukup penting. Angka kejadian penyakit jantung dalam kehamila bervariasi antara 0,4 - 4,1 %. Angka kejadian penyakit jantung dalam kehamilan di Indonesia tahun 2005-2006 sekitar 1,2%. Penelitian yang dilakukan pada 2007 ini mencatat  di RSUP Dr. Kariadi periode 2001 - 2005 kematian ibu ketiga disebabkan gagal jantung (21%) setelah infkesi (29%) dan perdarahan (22,6%).

Di negara berkembang, penyakit jantung rematik masih merupakan endemik dan tidak mendapatkan penanganan yang memadai. Penyakit jantung pada ibu, baik bawaan atau didapat (acquired heart disease) merupakan salah satu faktor resiko kematian ibu dan bayi. Tingginya angka kematian perinatal (AKP) merupakan manifestasi kurangnya kesempatan bagi ibu untuk memperoleh pelayanan kebidanan maupun perinatologi yang memadai. Angka kematian perinatal di rumah sakit di Indonesia berkisar 77.3 - 137,7 per 1000 kelahiran hidup. Hingga saat ini belum diketahui angka kejadian kematian perinatal yang disebabkan hamil dengan penyakit jantung di RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Diabetes mellitus (DM) pada kehamilan memiliki efek serius baik bagi ibu maupun bayi jika tidak dilakukan tatalaksana yang baik. Dalam hal ini, kelompok kerja penyakit reproduksi menentukan bahwa diabetes dalam kehamilan merepresentasikan area prioritas yang membutuhkan guideline berdasarkan bukti. Guideline ini bertujuan untuk memaparkan rekomendasi berbasis bukti untuk evaluasi dan tatalaksana diabetes dalam kehamilan.

Prevalensi diabetes dalam kehamilan di Indonesia mencapai 1,9 - 3,6 %. Pada suatu studi cohort, sebanyak 40.6 % pada kelompok ini akan menjadi DM tipe 2 dengan insidens DM tipe 2 dan toleransi glukosa terganggu sebesar 56.6% sehingga perlu adanya metode skrining untuk ibu hamil yang sebelumnya tidak diketahui memiliki DM

Guideline ini merupakan proyek dari kelompok kerja bidang penyakit reproduktif yang berkolaborasi dengan ahli endokrin di Indonesia khusus untuk membahas diabetes dalam kehamilan. Guideline ini untuk mengembangkan praktik klinik berupa skrining, diagnosis dan tatalaksan.

SELENGKAPNYA >

Hipertensi pada kehamilan merupakan hal yang penting karena morbiditas yang tinggi, disabilitas jangka panjang dan menyebabkan kematian cukup sering baik untuk ibu maupun bayi. Di Afrika dan Asia, setidaknya 1 dari 10 kematian maternal berkaitan dengan hipertensi pada ibu hamil, di Amerika Latin seperempat kematian ibu disebabkan oleh hipertensi

Dari hipertensi yang menjadi komplikasi dari kehamilan, preeklampsia dan eklampsia adalah penyebab tingginya mortalitas dan morbiditas tertinggi. Padahal pre eklampsia dan eklampsia merupakan penyakit yang dapat dicegah. Dengan menggunakan guideline ini, WHO telah mengembangkan rekomendasi terkini untuk pencegahan dan tatalaksana pre - eklampsia dan eklampsia. Rekomendasi final lalu diformulasikan dan diterima oleh kelompok ahli internasional yang berpartisipasi pada WHO Technical Consultation on the Prevention and Treatment of Pre-eclampsia and Eclampsia yang diselenggarakan di Geneva, Swiss.  Secara total, WHO membuat 23 rekomendai. Setiap bukti yang mendukung dikelompokkan menjadi sangat rendah, rendah, sedang dan tinggi (very low, low, moderate or high).

Page 1 of 8

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2