Dalam upaya menghadirkan generasi emas, Indonesia saat ini dibayangi kehadiran stunting yang masih mengancam. Stunting merujuk pada kondisi tinggi anak yang lebih pendek dari tinggi badan seumurannya. Stunting terjadi karena kekurangan gizi dalam waktu lama pada masa 1000 hari pertama kehidupan.

Indonesia saat ini tengah bermasalah dengan stunting. Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada 2013 menunjukkan prevalensi stunting mencapai 37,2%. Stunting bukan masalah sepele. Hasil riset Bank Dunia menggambarkan kerugian akibat stunting mencapai 3 - 11% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Dengan nilai PDB 2015 sebesar Rp. 11 Triliyun, kerugian ekonomi akibat stunting di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 300 Triliyun – Rp 1.210 Triliyun per tahun. Hal ini merupakan kerugian yang besar. Stunting menghambat potensi transisi demografis Indonesia dimana rasio penduduk usia tidak bekerja terhadap penduduk usia kerja menurun. Belum lagi ancaman pengurangan tingkat intelejensi sebesar 5 - 11 poin. Stunting pun mengancam masyarakat desa.

Salah satu upaya meningkatkan potensi anak terkait dengan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan, Kementrian Kesehatan bekerjasama dengan profesi dan stakeholder terkait menyusun standar pedoman yang ditindaklanjuti dengan sosialisasi, advokasi dan pelatihan bagi tenaga kesehatan pada 1987 dan mengalami beberapa kali perubahan sesuai dengan perkembangannya dan tercipta buku pedoman dan instrumen Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) bagi Anak pada Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar.

Bangladesh menghadapi angka kematian dan morbiditas ibu yang lebih tinggi daripada banyak negara berkembang lainnya di dunia. Mayoritas kematian ibu ini terjadi karena komplikasi terkait kehamilan. Meskipun fasilitas kesehatan di daerah perkotaan di Bangladesh tersedia secara luas, perempuan yang tinggal di daerah perkotaan yang kurang mampu cenderung tidak menerima layanan kesehatan ibu dan sebagai hasilnya, mereka menghadapi lebih banyak komplikasi terkait kehamilan. Sayangnya, hanya ada beberapa studi tentang komplikasi selama periode ibu dan persalinan di daerah ini. Peneliti bertujuan untuk menyelidiki faktor - faktor yang bertanggung jawab atas komplikasi terkait kehamilan di daerah kumuh perkotaan dan non kumuh. Artikel ini diterbitkan di jurnal BMC pada 8 Juli 2019.

Bukti terbaru mengindikasikan bahwa model pelayanan maternitas menghasilkan luaran klinis dan psikososial yang meningkat, namun mekanisme - mekanisme tersebut belum diketahui secara pasti. Studi yang dilakukan Lancet Series pada Midwifery’s Quality Maternal and Newborn Care Framework menjelaskan lima komponen pelayanan yang berkualitas dan karakteristik yang berkaitan dalam hal tersebut. Sebagai langkah awal dalam mengembangkan kerangka konsep menjadi alat evaluasi, kami mentransformasikan komponen - komponen dan karakteristiknya menjadi sebuah topik utama untuk menilai persepsi para stakeholder dan pengalaman pelayanan yang sudah ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kesanggupan proses tersebut.

Obesitas pada anak adalah masalah kesehatan masyarakat yang serius yang mempengaruhi hampir 16% anak usia dua hingga lima tahun. Penelitian sebelumnya belum cukup membahas bagaimana berbagai faktor bergabung untuk berkontribusi pada kondisi obesitas yang heterogen.

Tujuan dari penelitian ini untuk menilai berbagai faktor individu untuk menentukan bagaimana mereka secara kolektif berkontribusi pada status berat badan pada anak-anak, karena informasi ini dapat mengarah pada intervensi yang disesuaikan. Ini adalah studi cross-sectional, populasi berbasis tiga sampai lima tahun.

Page 1 of 10

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Jl. Medika - depan LPPT UGM, Senolowo, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

LIHAT DIPETA >

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2