Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik yang mengandung semua unsur gizi yang dibutuhkan bayi usia 0 - 6 bulan. ASI dapat mempengaruhi tumbuh kembang bayi, termasuk perkembangan mental emosional melalui kelekatan yang terbentuk melalui menyusui. Kelekatan yang kurang antara ibu dan bayi dapat menyebabkan timbulnya gangguan mental emosional yang berpengaruh terhadap perkembangan anak pada tahap selanjutnya.

Imunisasi merupakan suatu strategi efektif dan efisien dalam meningkatkan derajat kesehatan nasional. Bayi  yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap karena faktor informasi mengakibatkan pengetahuan ibu tentang imunisasi kurang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar bayi di wilayah kerja Puskesmas Bendo Kabupaten Magetan.

Kesehatan bayi dan anak merupakan hal penting karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Salah satu upaya untuk menjadikan generasi penerus bangsa sehat yaitu mengurangi tingkat mortalitas dan morbiditas penyakit pada anak. Salah satu upaya tersebut antara lain pemberian imunisasi. Menurut dinas kesehatan Jawa Timur pada 2012, masih tinggi angka kejadian penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi meliputi campak 1,69%, difteri 85,65%, pertussis 0,38% dan hepatitis 0,19%. Cakupan desa Universal Child Immunization (UCI) di kabupaten Magetan sebesar 88,51%, masih di bawah target yaitu 95%. Beberapa alasan bayi tidak mendapatkan imunisasi adalah alasan informasi berupa kurangnya pengetahuan ibu tentang kebutuhan, kelengkapan dan jadwal imunisasi, ketakutan akan imunisasi dan adanya persepsi salah yang ada di masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan berperan penting terhadap kelengkapan imunisasi pada bayi.

PKMK FK-KMK UGM telah berupaya untuk mengembangkan inisiatif Perencanaan Berbasis Bukti melalui pendekatan web-based learning. Upaya tersebut diwujudkan dalam penerbitan modul pembelajaran online melalui website www.kesehatan-ibuanak.net. PKMK FK-KMK UGM berperan sebagai pendamping dan konsultan bagi tim perencana kesehatan dalam mengadopsi pendekatan Perencanaan Berbasis Bukti di Indonesia.

Modul yang telah disusun ini dapat digunakan sebagai panduan bagi tim perencana kesehatan dalam melaksanakan lokakarya perencanaan berbasis bukti sektor KIA di tingkat Kabupaten. Materi yang diberikan merupakan hasil adaptasi dari dokumen "Facilitator's Toolkit for StakeholdersWorkshops for Analysis of Health Systems Constraints (Bottlenecks) and Strategies" yang telah disusun oleh University of Queensland, Australia.

Modul online yang ada secara rinci akan menguraikan tahap pelaksanaan Perencanaan Berbasis Bukti Sektor KIA. Pembaca dapat mengklik masing-masing kotak untuk melihat uraian masing-masing tahap implementasi PBB.

SELENGKAPNYA KLIK DISINI

Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak adalah menyusun Manual Rujukan Maternal dan Neonatal (MRMN). MRMN merupakan sinergi dalam sistem rujukan, mencakup manajemen/program, pelayanan klinis, pembiayaan, informasi, dan transportasi. Beberapa kabupaten/kota seperti Papua, Kalimantan, dan Yogyakarta telah mempunyai MRMN, MRMN yang ada disusun atas hasil kerjasama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK - KMK Universitas Gadjah Mada. 

Indonesia merupakan salah satu negara yang masih memisahkan urusan kesehatan dengan keluarga berencana. Akibatnya, pemrograman, perencanaan, dan penganggaran kegiatannya menjadi terpisah sehingga kurang efektif dan efisien. Hal tersebut diperparah dengan keterbatasan kapasitas pengelola program dalam menyusun perencanaan dan penganggaran berbasis bukti. Upaya untuk meningkatkan kualitas dan integrasi perencanaan dan penganggaran Kesehatan Ibu dan KB Berbasis Hak menjadi alternatif solusi.

Page 1 of 6

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2