Fase sensitif menentukan perkembangan seseorang dalam pencapaian potensi penuh sebagai seorang dewasa. Usia dewasa dicapai dalam 8000 hari pertama kehidupan (HPK). Investasi 1000 HPK telah dikenal luas sebagai prioritas utama pembangunan, namun hal tersebut tidaklah cukup, diperlukan pula perhatian pada 7000 HPK berikutnya. Setidaknya terdapat 3 fase krusial pada masa ini, yaitu kanak - kanak dan fase konsolidasi (5 - 9 tahun) dengan infeksi dan malnutrisi serta angka mortalitas yang tinggi menjadi permasalahan utama di dalamnya; growth spurt masa remaja (10 - 14 tahun) dengan peningkatan tajam indeks massa tubuh dan terjadinya pubertas; serta pertumbuhan remaja  dan fase konsolidasi (15 - 19 tahun) yang penting dalam restrukturisasi otak lebih lanjut, kaitannya dengan eksplorasi, eksperimentasi, dan inisiasi perilaku yang akan menentukan kesehatan di masa mendatang. Dua pendekatan utama yang dapat dilakukan untuk memperluas investasi pembangunan manusia terkait fase di atas adalah pendekatan berbasis sekolah  untuk kanak - kanak dan remaja awal serta pendekatan mixed yang berfokus pada remaja usia 15 - 19 tahun dengan melibatkan komunitas, media, dan sistem kesehatan.

Penyakit sebagai penyebab tidak langsung kematian Ibu saat ini mulai menjadi perhatian di beberapa negara termasuk Indonesia. Angka kematian ibu yang disebabkan oleh penyakit mulai meningkat presentasinya sejak tahun 2010 hingga sekarang terutama di beberapa kota besar dengan fasilitas kesehatan yang lengkap. Salah satu penyakit yang menjadi penyebab utama kematian ibu dibeberapa negara termasuk di beberapa kota di Indonesia dengan fasilitas kesehatan yang lengkap adalah penyakit jantung.

Insiden kelainan jantung dalam kehamilan berkisar antara 0,2-4% di dunia, sedangkan di Indonesia berkisar antara 0,5 sampai 1,5 %. Pada masa yang akan datang, jumlah kelainan jantung dalam kehamilan akan semakin meningkat  seiring dengan berhasilnya tatalaksana wanita yang mengalami kelainan jantung bawaan, sehingga wanita tersebut mampu mencapai usia produktif. Tatalaksana penyakit jantung dalam kehamilan membutuhkan kolaborasi interprofesi untuk dapat saling melengkapi kompetensi masing-masing, sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasien yang kompleks.

Perilaku gaya hidup adalah faktor penting dan harus menarik perhatian yang cukup. Mungkin ada efek negatif potensial dari perokok pasif pada karies sulung, tetapi masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Upaya terkoordinasi oleh penyedia layanan kesehatan, pembuat kebijakan dan lembaga kesehatan telah berhasil meningkatkan kesehatan mulut anak-anak dan kesadaran akan pengetahuan higiene di antara warga di kota Wuxi. Artikel ini dipublikasikan pada Agustus 2019 di Wiley Online Library.

Orang tua dari anak kecil memiliki kebutuhan informasi yang unik dan telah ditunjukkan bahwa perilaku pencarian informasi mempengaruhi hasil kesehatan. Karena popularitas media sosial, memahami penggunaan media sosial oleh orang tua dapat membantu dalam menyebarkan informasi pengasuhan yang akurat dan dalam mengembangkan intervensi yang ditargetkan. Dengan demikian, tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menggambarkan literatur yang ada tentang  penggunaan media sosial oleh orang tua untuk mengasuh anak di AS.

Media sosial memberikan dukungan kepada orang tua dan efektif untuk mengkomunikasikan informasi kesehatan.  Rekomendasi penelitian ini ialah organisasi kesehatan masyarakat harus memasukkan media sosial dalam upaya mereka untuk mempromosikan kesehatan bayi dan anak. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengidentifikasi lebih lanjut perbedaan demografis dalam penggunaan media sosial di antara orang tua. Artikel ini diterbitkan pada 2019 di jurnal Springer Link.

Selengkapnya >

Ada bukti yang berkembang bahwa periode antenatal adalah masa peningkatan tanggung jawab terhadap gangguan mental. Penyakit kejiwaan yang paling umum selama kehamilan dan periode postpartum adalah gangguan depresi dan kecemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh dukungan sosial dan interaksi sosial pada kecemasan di antara wanita hamil. Kecemasan di antara wanita hamil meningkat dengan stres. Ini berkurang oleh pendidikan tinggi, pendapatan tinggi, paritas, dukungan keluarga yang kuat, interaksi sosial, dan konseling. Artikel ini dipublikasikan pada 2019 di Journal of Maternal and Child Health. 

Page 1 of 13

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Jl. Medika - depan LPPT UGM, Senolowo, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

LIHAT DIPETA >

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2