29 January

Upaya Penurunan Kematian Ibu dan Bayi Melalui Ketahanan Keluarga

Written by 

Term of Reference (TOR)
Upaya Penurunan Kematian Ibu dan Bayi Melalui Ketahanan Keluarga
Yogyakarta, 21 Maret 2019



 Latar Belakang

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) masih terus menjadi sorotan. Angka kematian ibu dan anak sebagai indikator keberhasilan pencapaian KIA, dilaporkan sudah mengalami penurunan yakni 346 kematian (SP 2010) menjadi 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup (SUPAS 2015), Namun faktanya masih belum bisa mencapai target MDGs pada tahun 2015. Sedangkan kita dihadapkan pada target SDG’s yang lebih ambisius yakni mengurangi angka kematian ibu hingga di bawah 70 per 100.000 KH dan menurunkan angka kematian neonatal setidaknya hingga 12 per 1.000 KH dan Angka Kematian Balita 25 per 1.000 KH.

Beberapa upaya telah dilakukan dalam menurunkan kematian ibu dan bayi, diantaranya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, hal ini terlihat dari proporsi persalinan di fasilitas kesehatan dari 66,7% (Riskesdas 2013) meningkat menjadi 79,3% pada 2018, namun masih perlu upaya keras untuk menurunkan angka kematian agar tidak terjadi kematian yang sama pada masa-masa yang akan datang. Seperti diketahui bahwa terjadi pergeseran penyebab kematian yakni hipertensi dalam kehamilan, disusul oleh perdarahan, infeksi dan aborsi.

Dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, tidak hanya dapat diselesaikan dalam sektor kesehatan saja, perlu melihat upaya dari sektor lainya, karena pada dasarnya permasalahan AKI dapat dilihat 2 (dua) hal, yaitu dari sisi masyarakat (demand side) dan dari sisi pelayanan (supply side). Permasalahan kesehatan yang ada saat ini tidak lepas dari permasalahan yang ada di masyarakat sehingga imbas dari permasalahan tersebut akan berdampak pada buruk upaya menurunan AKI.

Data membuktikan bahwa permasalahan di masyarakat turut menjadi faktor sulitnya menurunkan AKI, hal ini terlihat dari masih tingginya usia perkawinan pertama dibawah 20 tahun yang menyebabkan tingginya persentase ibu meninggal menurut umur pada saat melahirkan anak pertama dengan usia <20 Tahun serta masih tingginya angka seks pranikah pada remaja (SDKI 2017). Faktor-faktor non-kesehatan inilah yang justru memberikan pengaruh besar karena dapat menentukan berhasil tidaknya upaya penurunan angka kematian ibu.

Salah satunya yang dapat dilakukan terkait permasalahan sosial yang ada di masyarakat yakni Pembangunan Ketahanan Keluarga. Beberapa kajian menunjukkan bahwa bahwa ketahanan keluarga adalah satu faktor penting yang mempengaruhi permasalahan sosial. Ketahanan keluarga adalah kemampuan keluarga dalam mengelola sumberdaya keluarga dan menanggulangi masalah yang dihadapi keluarga untuk mencapai tujuan keluarga (Sunarti, 2008). Hal ini sesuai dengan pendekatan Sistem tentang keluarga yang menyatakan sistem keluarga perlu berfungsi dengan baik agar anggota keluarga mencapai kebahagiaan dan dapat berkembang menjadi diri yang optimal. Keluarga sebagai suatu sistem akan didukung oleh peran masing-masing anggota keluarga, sehingga ketika salah satu anggota keluarga bermasalah maka semua anggota keluarga yang lain juga akan terkena dampaknya dan ikut bermasalah (Day, 2010; Goldenberg & Goldenberg 1987; Rothbaum, Rosen, Ujiie, & Uchida, 2000).


 Tujuan

Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini antara lain:

  1. Meningkatkan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi permasalahan non teknis dalam sistem pelayanan KIA dari sisi ketahanan keluarga
  2. Meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan upaya penurunan AKI& AKB melalui ketahanan keluarga
  3. Menambah wawasan tentang permasalahan KIA dilihat dari sisi ketahanan keluarga

 Output

Peserta mampu memahami peran ketahanan keluarga dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi


 Sasaran

  1. Dinas Kesehatan Kabupaten/Provinsi
  2. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Masing-masing Provinsi
  3. BKKBN 
  4. Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) & KB
  5. Kepala Puskesmas
  6. Obsgin, Obsos dan Pedsos
  7. Dokter umum, bidan, perawat
  8. Lembaga Donor 
  9. Media
  10. Pengelola Sekolah
  11. Organisasi Masyarakat
  12. Para mahasiswa yang terkait
  13. Pemerhati Kesehatan Ibu dan Anak

 Jadwal

Kamis, 21 Maret 2019
Auditorium Gedung Tahir Lt .1 - FK-KMK-UGM


 Agenda

Waktu Materi Pembicara Moderator
08.00 – 08.30 Registrasi Panitia  
08.30 – 08.45 Sambutan dan pembukaan dr. RA Arida Oetami, M.Kes  
08.45-09.30 Keynote Speech: Kebijakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam menurunkan AKI AKB melalui ketahanan keluarga

Budi Mardaya, SE., MSi

Asdep Kesetaraan Gender dalam pendidikan, Kesehatan, dan Pembangunan Keluarga

 
09.30-09.45 Coffe break    
09.45-12.00 Plenary Session I:
Pendidikan anak sejak dalam kandungan, anak usia pra sekolah, usia remaja dan pendampingan anak menjelang dewasa
Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si dr.Eugenius Phyowai Ganap, Sp.OG
  Kesehatan reproduksi
Prof. Siswanto Agus Wilopo, M.Sc., MD, Sc.D  
  Persiapan kehamilan (pre konsepsi) dari sisi sosial
Prof. dr. Ova Emilia M.Med.,Ed., SpOG (K)., PhD  
12.00-13.00 ISHOMA    
13.00- 15.00 Plenary Session II Fungsi dan peran keluarga dalam ketahanan keluarga
Diana Setyawati, M.HSc.Psy., Ph.D dr. Shinta Prawitasari Sp.OG., M.Kes
  Peran media dalam membangun ketahanan keluarga
Ir. Roni Primantoro (Kadis Kominfo Jogjakarta)  
  Peran organisasi sosial di Masyarakat (perempuan di masyarakat)
GKBRAA Paku Alam (PKK DIY)  
15.00- 15.30 Closing remark dan Coffee break    

Biaya Pendaftaran

Peserta Sebelum 21 maret 2019  Onsite
Umum & Dokter Spesialis Rp. 500.000,- Rp. 750.000,-
Mahasiswa (S1, s2 KIA & Psikologi) Rp. 250.000,- Rp. 300.000,-

 

 PENDAFTARAN ONLINE


 Informasi:

Maria Lelyana (Kepesertaan)
Telp: 0274 - 549425 
HP/WA: 08111019077 
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. 

Andriani Yulianti (Konten) | HP/WA: 0813 2800 3119 |Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Read 1728 times Last modified on Thursday, 21 March 2019 06:13
Rate this item
(0 votes)

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2