PALU, SULAWESI TENGAH —  Sekitar 500 anak memeriahkan rangkaian acara Hari Anak Nasional (HAN) 2019 di Sigi, Sulawesi Tengah. Mengangkat tema ‘Kualitas keluarga Penopang Perlindungan Anak’ kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sigi bekerjasama dengan Wahana Visi Indonesia dan Bank HSBC itu ingin memunculkan kepedulian semua pihak untuk mewujudkan lingkungan yang berkualitas bagi anak termasuk lingkungan yang sehat dan akses terhadap fasilitas kesehatan yang mudah pasca bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi pada 28 September 2018 silam.

Dengan penuh keceriaan, 500-an anak mengikuti rangkaian kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional yang digelar di lapangan desa Tulo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (18/7). Ada yang mengikuti lomba menghias celengan, lomba cerdas cermat dan lomba baca puisi.

Untuk sesaat anak-anak yang beberapa di antaranya masih tinggal di lokasi-lokasi pengungsian di Sigi, Sulawesi Tengah itu bersaing dalam kegiatan lomba yang di warnai canda tawa mereka.

KARANGASEM - Gempa berkekuatan 5,8 Skala Richter (SR) yang mengguncang Bali pada Selasa (16/7/2019) pagi dirasakan kuat di Kabupaten Karangasem, Bali. Bahkan sempat membuat warga panik. Di RSUD Karangasem, sejumlah pasien anak-anak langsung diungsikan ke luar ruang perawatan pascagempa pada Selasa pagi. 

Hingga kini mereka takut dan menolak masuk ke dalam ruangan perawatan karena takut terjadi gempa susulan (after shock). Kondisi ini membuat pasien sementara diungsikan di halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karangasem sampai kondisi tenang kembali. Nyoman Sumantara keluarga pasien berharap pihak rumah sakit dapat memberikan arahan pada pasien apabila terjadi gempa susulan.

JAKARTA -- Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Budi Wiweko mendukung mendukung penuh rencana Presiden terpilih Joko Widodo yang akan memperkuat kebijakan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai modal Indonesia menjadi negara maju pasa masa depan. Jokowi juga mengatakan saat berpidato di Sentul, Ahad (14/7) titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. 

Budi menilai, untuk mencetak manusia Indonesia unggul pada masa akan datang, maka masalah stunting, kematian ibu, dan kematian bayi yang meningkat harus ditangani. "Para pengambil kebijakan dan profesional tenaga kesehatan negeri ini perlu sensitif, untuk mampu mengadopsi dan beradaptasi dengan cepat sehingga bisa menghasilkan inovasi disrupsi dalam memecahkan berbagai permasalahan besar di atas," kata dia berdasarkan rilis yang diterima Republika.co.id, Senin. 

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Jl. Medika - depan LPPT UGM, Senolowo, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

LIHAT DIPETA >

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2