JAKARTA - Millennial mums atau millennial mama dekat dengan teknologi. Hal ini membuat para mums menerima banyak informasi, termasuk untuk urusan nutrisi sang buah hati. Namun, para pakar mengingatkan bahwa informasi yang diterima dari internet belum terjamin kebenarannya.

Spesialis Gizi Klinis, dr. Diana F Suganda, M.Kes., Sp.GK menjelaskan bahwa nutrisi idealnya diberikan sejak 1000 hari pertama kehidupan yaitu sejak usia 0 hingga 2 tahun. Seribu hari pertama kehidupan merupakan masa sensitif yang menentukan kualitas hidup seseorang di kemudian hari.

07 February

Jakarta, Ada gejala khas demam berdarah dengue (DBD) pada bayi. Gejala DBD selain demam yang tidak turun dan si kecil terlihat dehidrasi, orangtua juga perlu tahu gejala lain yang bisa dialami bayi.

Apalagi bayi belum bisa berbicara dan mengeluh sakit. Gejala yang muncul pada tubuh bayi bisa jadi alarm buat orangtua kemungkinan bayi kena DBD.

"Bayi itu (gejala khas DBD) paling muntah dan tidur terus. Kemudian ada bintik-bintik merah yang muncul pada tangan dan kakinya," kata dokter spesialis anak konsultan Mulya Rahma Karyanti saat ditemui di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, ditulis Kamis, 7 Februari 2019.

Psikolog Elizabeth Santosa berkali-kali mengingatkan bahwa pra remaja dan masa remaja adalah usia krusial bagi anak, terutama menyangkut ketertarikan dengan lawan jenis. Dikutip dari forum Sahabat Keluarga Kemendikbud, psikolog yang akrab disapa Lizzie ini menyebut masa remaja adalah "masa badai". Masa di mana mereka mengalami transisi hormonal yang kerap bikin labil. Badan sudah besar tapi masih seperti anak-anak, merasa diri dewasa tapi tidak punya tempat. Agar siap menghadapi masa seperti ini, anak harus selalu didampingi dan mendapat pendidikan seks sejak dini. Kapan tepatnya? Sejak balita!

Sejak balita ”Yang perlu ditekankan adalah pendidikan seks itu penting sepanjang usia. Karena setiap perkembangan usia kita ada tahapan-tahapannya; dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Memangnya dewasa masih perlu juga? Jawabannya ya, karena sebagian pasangan menikah tidak bahagia ternyata karena pendidikan seksnya kurang. Apalagi seks adalah salah satu kunci sukses harmonisnya keluarga juga,” ungkap Lizzie.

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2