22 February

Mewaspadai Jejak Kencing Tikus Penyebab KLB Leptospirosis

Written by 

Jakarta - Tiga orang warga Kalimantan Utara (Kaltara) dinyatakan positif terinfeksi leptospirosis pada awal Januari 2019. Dua dari tiga pasien leptospirosis itu meninggal dunia. Kasus leptospirosis ini merupakan yang pertama kali terjadi di Kaltara.

Sebelumnya, tak pernah ditemukan penyakit yang diakibatkan oleh bakteri Leptospirosa sp dan ditularkan dari kencing tikus di Kaltara, terutama di Kota Tarakan. Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara pun menetapkan kondisi itu sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Temuan kasus leptospirosis serta penetapan KLB itu kemudian dilaporkan pada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan RI, Anung Sugihantono menyampaikan, KLB leptospirosis memang sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat. Penetapan KLB ini didukung adanya kasus kematian leptospirosis.

"Iya, memang benar di sana (Kalimantan Utara) ada kasus leptospirosis. Pemerintah daerah setempat yang menetapkannya sebagai KLB," ucapnya saat dikonfirmasi Health Liputan6.com melalui pesan singkat, ditulis Kamis, 14 Februari 2019.

Kaltara adalah provinsi pertama di Indonesia yang melaporkan adanya kasus leptospirosis pada awal Januari 2019. Hingga saat ini, belum ada laporan kasus leptospirosis dari provinsi-provinsi lainnya. Data Kementerian Kesehatan tahun 2018 mencatat, beberapa provinsi didera kasus leptospirosis. Jumlah kasus leptospirosis pun bisa mencapai ratusan jiwa.

“Data yang ada pada kami ini memang seluruh data (laporan kasus) untuk tahun 2018, sedangkan 2019, laporan kasus leptospirosis yang masuk hanya Kaltara,” lanjut Anung.

Pada tahun 2018, kasus leptospirosis dilaporkan ada di 7 provinsi lain yakni Banten 104 kasus dengan 26 kematian; DKI Jakarta terdapat 11 kasus dengan 2 kematian; Jawa Barat ada 2 kasus, tanpa angka kematian; dan DIY ada 186 kasus dengan 16 kematian.

Kasus leptospirosis di Jawa Tengah tercatat paling tinggi dengan 427 kasus leptospirosis dan 89 kematian; Jawa Timur ada 128 kasus dengan 10 kematian; serta Maluku ada 5 kasus dengan 2 kematian.

Dalam laporan tersebut, selain dari air kencing tikus, leptospirosis juga ditularkan dari air kencing kucing maupun anjing.


Sumber: https://www.liputan6.com/health 

Read 120 times
Rate this item
(0 votes)

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2