13 August

Pengaruh Pendidikan, Kemiskinan, dan Sumberdaya Terhadap Keluarga Berencana di Negara Berkembang

Written by 

Negara - negara berkembang menghadapi banyak kesulitan karena kenaikan populasi. Tingkat kesuburan tinggi telah menimbulkan peningkatan risiko kesehatan bagi kesehatan ibu dan anak, yang mengakibatkan kualitas hidup yang buruk. Menurut WHO, sekitar 225 juta wanita di negara berkembang ingin membatasi kelahiran anak tetapi tidak dapat melakukannya karena kebutuhan yang tidak terpenuhi, kurangnya sumber daya, akses terbatas ke layanan keluarga berencana (KB), kepercayaan agama, dan buta huruf. KB dapat memainkan peran penting dalam menstabilkan masalah di negara-negara berkembang.

Tujuan tinjauan literatur ini untuk mengeksplorasi dan mensintesis artikel tentang pendidikan, kemiskinan, dan sumber daya layanan KB di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Artikel ini dipublikasikan pada Maret 2018.

Read 52 times
Rate this item
(0 votes)

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Jl. Medika - depan LPPT UGM, Senolowo, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

LIHAT DIPETA >

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2