07 August

Pesan WHO/UNICEF Dalam Pekan ASI Dunia 2019

Written by 

Pesan dari UNICEF dalan Pekan ASI Dunia 2019 ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta H. Fore dan Direktur Umum WHO Tedros Adhanom Gehbreyesus.

Menjadi orang tua baru adalah sebuah hadiah terindah sekaligus tanggung jawab yang besar sekali. Pada pekan ini, seluruh negara di dunia merayakan Pekan ASI dunia (World Breastfeeding Week), WHO dan UNICEF menghimbau semua pemerintahan dan semua karyawan untuk mengadaptasi kebijakan ramah keluarga yang mendukung pemberian ASI.

Tema Pekan ASI Dunia tahun ini adalah “Empower Parents, Enable Breastfeeding”. Kebijakan yang ramah keluarga - seperti cuti dibayar pada ayah yang bekerja, cuti melahirkan yang lebih lama pada ibu yang bekerja – akan mempermudah pemberian ASI dan membantu para orang untuk mengasuh dan meningkatkan ikatan antara orang tua dan anak di kehidupan awal sang anak yang merupakan hal paling penting. Bukti ini jelas karena selama kehidupan awal anak, nutrisi yang optimal disediakan oleh ASI, bersama dengan pengasuhan dan stimulasi, dapat memperkuat perkembangan otak anak yang dampaknya seumur hidup.

Kebijakan ramah keluarga ini secara khusus penting bagi orang tua yang bekerja. Para ibu membutuhkan waktu istirahat dari bekerja untuk memulihkan keadaan pasca melahirkan dan segera memulai memberikan ASI. Ketika ibu yang menyusui kembali bekerja, kemampuannya untuk memberikan ASI tergantung dari waktu istirahat untuk memberi ASI; yakni tempat yang aman, privat dan higienis untuk dapat memompa ASI. Selain itu, dipertimbangkan pula tempat yang dekat agar sang ibu tetap memberikan ASI pada anaknya.

Cuti juga hal yang penting untuk para ayah yang baru memiliki bayi. Cuti ayah memberikan waktu bagi para ayah untuk dapat meningkatkan ikatan antara ayah dan bayinya dan menekankan kesetaraan gender, termasuk melalui berbagi dalam membesarkan anak dan tanggung jawab pekerjaan rumah bersama ibu.

Kembali bekerja terlalu cepat merupakan sebuah halangan untuk inisiasi awal menyusui, ASI eksklusif di 6 bulan awal bayi dan keberlanjutan menyusui hingga usia anak 2 tahun atau lebih. Pemberian ASI dapat meningkatkan sistem imun anak, melindungi dari berbagai penyakit dan memberikan perlindungan dari penyakit tidak menular di kemudian hari. Menyusui juga melindungi kesehatan sang ibu – perempuan yang menyusui mengurangi resiko kanker payudara dan ovarium.

Selain manfaatnya bagi sang anak, kebijakan ramah keluarga mendukung partisipasi perempuan dalam tenaga kerja, meningkatkan kesehatan mental dan fisik dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kebijakan tersebut juga akan memajukan tujuan bisnis dan menguatkan ekonomi. Kebijakan tersebut telah menunjukkan dapat meningkatkan daya kerja pekerja, meningkatkan kepuasan kerja, dan menghasilkan lebih sedikit absen saat bekerja. Secara singkat, kebijakan ramah keluarga baik untuk keluarga, bayi dan bisnis.

Ketika memperingati Pekan ASI Dunia, WHO dan UNICEF mengajak pemerintah dan semua perusahaan untuk ‘mengadopsi’ kebijakan ramah keluarga— termasuk cuti hamil dan melahirkan selama 18 minggu dan lebih disarankan selama 6 bulan, begitu juga dengan cuti bagi sang ayah.

Sejalan dengan aksi kebijakan yang diadvokasi oleh WHO - UNICEF0Ied Global Breastfeeding Collective, WHO juga mengajak dengan modal yang lebih besar pada program menyusui, konseling menyusui yang lebih baik, dan dukungan untuk para perempuan di fasilitas dan komunitas kesehatan, juga untuk mengakhiri kampanye pengganti ASI (susu formula) agar orang tua dapat menyetujui keputusan dalam menyusui bayinya.

Bersama - sama, dengan dukungan pemerintah, pekerja dan komunitas, kita memiliki kekuatan untuk menyusui dan mendukung keluarga dalam menciptakan lingkungan yang penuh asuh bagi para anak - anak.


Sumber: http://waba.org.my/v3/wp-content/uploads/2019/08/WBW-2019-WHO-UNICEF-Joint-Letter.pdf

Read 360 times Last modified on Wednesday, 07 August 2019 01:42
Rate this item
(0 votes)

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Jl. Medika - depan LPPT UGM, Senolowo, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

LIHAT DIPETA >

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2