17 July

Buku Saku Desa Dalam Penanganan Stunting

Written by 

Dalam upaya menghadirkan generasi emas, Indonesia saat ini dibayangi kehadiran stunting yang masih mengancam. Stunting merujuk pada kondisi tinggi anak yang lebih pendek dari tinggi badan seumurannya. Stunting terjadi karena kekurangan gizi dalam waktu lama pada masa 1000 hari pertama kehidupan.

Indonesia saat ini tengah bermasalah dengan stunting. Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada 2013 menunjukkan prevalensi stunting mencapai 37,2%. Stunting bukan masalah sepele. Hasil riset Bank Dunia menggambarkan kerugian akibat stunting mencapai 3 - 11% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Dengan nilai PDB 2015 sebesar Rp. 11 Triliyun, kerugian ekonomi akibat stunting di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 300 Triliyun – Rp 1.210 Triliyun per tahun. Hal ini merupakan kerugian yang besar. Stunting menghambat potensi transisi demografis Indonesia dimana rasio penduduk usia tidak bekerja terhadap penduduk usia kerja menurun. Belum lagi ancaman pengurangan tingkat intelejensi sebesar 5 - 11 poin. Stunting pun mengancam masyarakat desa.

Menyikapi hal tersebut, Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) berkomitmen penuh menekan angka stunting di Indonesia. Dengan adanya buku saku ini dapat membantu menekan angka stunting di Indonesia dengan berbagai pendekatan dan intervensi.


SELENGKAPNYA >

Read 157 times Last modified on Wednesday, 17 July 2019 01:25
Rate this item
(0 votes)

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Jl. Medika - depan LPPT UGM, Senolowo, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

LIHAT DIPETA >

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2