26 June

Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Kuranji, Padang Tahun 2015

Written by 

Setiap tahun lebih dari 1,4 juta anak di dunia meninggal karena berbagai penyakit yang sesungguhnya dapat dicegah dengan imunisasi. Beberapa penyakit menular yang termasuk ke dalam Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)  antara lain difteri, tetanus, hepatitis B, meningitis, pneumonia, pertusis dan polio. Anak yang telah diberi imunisasi akan terlindungi dan terhindar dari kesakitan, kecacatan dan kematian. Diperkirakan 1,7 juta kematian balita di Indonesia akibat PD3I. Seperti kasus campak, angka kejadian tercatat 30.000 kasus yang dilaporkan. Angka kematian akibat difteri di Indonesia sekitar 15% dan terus mengalami peningkatan.

Dalam hal ini, kementrian kesehatan tidak tinggal diam. Kementrian kesehatan Indonesia menyusun program sebagai usaha yang dilakukan untuk menekan penyakit PD3I pada anak seperti program pengembangan imunisasi sejak 1956. Keberhasilan bayi dalam mendapatkan lima jenis imunisasi dasar (HB0, BCG, DPT-HB, polio dan campak) diukur melalui indikator imunisasi dasar lengkap. Dari data RISKESDAS, pada 2013 cakupan imunisasi dasar lengkap di Indoneisa mencapai 59,2%.  Di Sumatera Barat, cakupan imunisasi dasar lengakap masih di bawah target Renstra (88%) yaitu 84,51%.  Banyak faktor yang mempengaruhi pemberian imunisasi dasar lengkap yang harus ditelaah.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain studi cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Pendekatan ini digunakan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi di kecamatan Kuranji Kota Padang. Dari hasil penelitian ini, ibu yang memiliki pendidikan tinggi lebih banyak daripada ibu berpendidikan rendah. Pendidikan menjadi hal penting dalam mempengaruhi pengetahuan. Individu dengan pendidikan tinggi cenderung mudah menerima informasi mengenai imunisasi daripada yang memiliki pendidikan rendah. Hasil penelitian menyatakan bahwa tidak adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan orang tua dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi bertentangan dengan konsep. Ibu yang tidak bekerja lebih banyak daripada ibu yang mempunyai pekerjaan. Dari hasil penelitian menunjukkan hubungan yang tidak bermakna antara pekerjaan orang tua dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi di Kecamatan Kuranji Kota Padang tahun 2015.

Begitu juga dengan tingkat pengetahuan ibu, ibu yang memiliki pengetahuan tinggi hampir sama banyak dengan ibu yang memiliki pengetahuan rendah, akan tetapi masih terdapat sedikit perbedaan yaitu ibu yang memiliki pengetahuan tinggi 4,75% lebih banyak dari pada ibu yang memiliki pengetahuan rendah.

Hampir separuh responden yang tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap, berpengetahuan rendah, memiliki sikap negatif, mendapatkan pelayanan imunisasi yang baik, tidak mengalami hambatan dalam memperoleh imunisasi, mempunyai moivasi dan informasi yang cukup tentang imunisasi. Variabel yang tidak mempunyai hubungan bermakna dengan pemberian imunisasi dasar lengkap adalah pendidikan orang tua, pekerjaan, pelayanan imunisasi dan hambatan orang tua sedangkan variabel pengetahuan, sikap. Motivasi orang tua dan informasi imunisasi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi di Kecamatan Kuranji Kota Padang pada 2015.

SELENGKAPNYA >

Read 255 times
Rate this item
(0 votes)

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Jl. Medika - depan LPPT UGM, Senolowo, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

LIHAT DIPETA >

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2