18 April

Rekomendasi WHO: Pencegahan dan Tatalaksana Pre Eklampsia dan Eklampsia

Written by 

Hipertensi pada kehamilan merupakan hal yang penting karena morbiditas yang tinggi, disabilitas jangka panjang dan menyebabkan kematian cukup sering baik untuk ibu maupun bayi. Di Afrika dan Asia, setidaknya 1 dari 10 kematian maternal berkaitan dengan hipertensi pada ibu hamil, di Amerika Latin seperempat kematian ibu disebabkan oleh hipertensi

Dari hipertensi yang menjadi komplikasi dari kehamilan, preeklampsia dan eklampsia adalah penyebab tingginya mortalitas dan morbiditas tertinggi. Padahal pre eklampsia dan eklampsia merupakan penyakit yang dapat dicegah. Dengan menggunakan guideline ini, WHO telah mengembangkan rekomendasi terkini untuk pencegahan dan tatalaksana pre - eklampsia dan eklampsia. Rekomendasi final lalu diformulasikan dan diterima oleh kelompok ahli internasional yang berpartisipasi pada WHO Technical Consultation on the Prevention and Treatment of Pre-eclampsia and Eclampsia yang diselenggarakan di Geneva, Swiss.  Secara total, WHO membuat 23 rekomendai. Setiap bukti yang mendukung dikelompokkan menjadi sangat rendah, rendah, sedang dan tinggi (very low, low, moderate or high).

Bukti - bukti ilmiah yang ada pada guideline ini telah disintesis menggunakan metodologi Grading of Recommendations Assessment, Development and Evaluation (GRADE). Guideline ini terdiri dari 2 box yaitu box 1 yang berisi intervensi yang direkomendasikan untuk pencegahan dan tatalaksana pre eklampsia dan eklampisa sedangkan box 2 memuat intervensi yang tidak direkomendasikan.

Beberapa hal yang dibahas:

  • Anjuran tirah baring untuk pencegahan dan tatalaksana preeklampsia dan eklampsia : Ketika istirahat di rumah dibandingkan dengan tidak ada batasan aktivitas, ada penurunan yang signifikan pada resiko pre - eklampsia (satu trial , 32 perempuan ; RR 0.05, 95% confidence interval (CI) 0.00-0.83, tapi tidak ada perbedaan secara statiistik pada hipertensi gestasional. Dibandingkan antara aktivitas yang tidak dibatasi ditambah pemberian placebo dengan tirah baring di dan pemberian suplemen nutrisi memberi hasil signifikan terhadap penurunan angka pre-eklampsia dan hipertensi gestational (hipertensi gestasional ; satu trial, 74 perempuan ; RR 0,15, 95 % CI 0.04-0.63 dan preeklampsia : satu trial, 74 perempuan;RR 0,12, 95% CI 0.03-0.51). Penemuan ini kurang tepat karena data sampel yang keci. Dari kesimpulan yakni saran untuk tirah baring tidak direkomendasikan sebagai intervensi pencegahan pre eklampsia dan hipertensi pada kehamilan. Selain itu, tirah baring yang dibatasii tidak direkomendasikan untuk meningkatkan luaran klinis pada wanita hamil dengan hipertensi (dengan atau tanpa proteinuria)
  • Pembatasan konsumsi garam untuk pencegahan preeklampsia : Dari hasil systematic review Cochrane dari 2 randomized control trial (RCT) yang melibatkan 603 perempuan nulipara dengan tekanan darah yang normal di Belanda dengan pembatasan konsumsi garam (20 mmol/hariatau 50 mmol/hari) didapatkan hasil tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik untuk pencegahan preeklampsia (2 trial, 603 perempuan; RR 1.11 95% CI 0.49-1.94), kematian perinatal (2 trial, 409 perempuan; RR 1.92, 95% CI 0.18–21.03),admisi ke ICU ( 1 trial, 361 perempuan; RR 0.98, 95% CI 0.69–1.40) dan skor Apgar kurang dari 7 dalam 5 menit (1 trial, 361 perempuan; RR 1.37, 95% CI 0.53–3.53). Sehingga pembatasan konsumsi garam selama kehamilan dengan tujuan mencegah perkembangan preeklampsia dan komplikasinya tidak direkomendasikan.
  • Suplementasi kalsium selama kehamilan untuk mencegah pre eklampsia dan komplikasinya : Pada area di mana konsumsi kalsium rendah, suplementasi kalsium selama kehamilan (dosis 1,5-2 gram kalsium elemental/hari) direkomendasikan untuk mencegah pre eklampsia pada semua perempuan terutama pada kelompok dengan resiko tinggi pre eklampsia.
  • Suplementasi vitamin D : pemberian vitamin D selama kehamilan tidak direkomendasikan untuk mencegah perkembangan pre eklampsia dan komplikasinya.
  • Pemberian antiplatetlet untuk pencegahan pre eklampsia : pemberian antiplatelet (aspirin 75 mg/hari) direkomendasikan untuk mencegah pre eklampsia pada perempuan yang beresiko tinggi. Pemberian ini harus segera dimulai sebelum usia kehamilan 20 minggu.

Serta masih banyak lagi hal - hal yang direkomendasikan dan tidak direkomendasikan pada guideline ini.


Sumber: https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/44703/9789241548335_eng.pdf;jsessionid=C4A898968617DD5C4B4338B85B02B165?sequence=1

Read 201 times Last modified on Thursday, 18 April 2019 01:10
Rate this item
(0 votes)

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Jl. Medika - depan LPPT UGM, Senolowo, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

LIHAT DIPETA >

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2