09 April

Pengaruh Penggunaan Gadget terhadap Penurunan Kualitas Penglihatan Siswa Sekolah Dasar Featured

Written by 

Gadget atau gawai sudah menjadi bagian dari hidup kita baik anak-anak maupun orang dewasa. Dalam beberapa hal, gadget memang memberikan manfaat kemudahan bagi kehidupan kita. Namun penggunaan gadget  yang terlalu lama akan berpengaruh pada kesehatan mata. Layar gadget yang menggunakan tulisan kecil akan memunculkan gejala computer vision syndrome. Lebih dari 90%pengguna komputer dalam waktu lama mengalami mata lelah, penglihatan buram, penglihatan ganda, pusing dan mata kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas penglihatan siswa-siswi Sekolah Dasar yang menggunakan gadget dalam jangka waktu yang lama.

Pada penelitian tahun 2010, anak dan remaja menggunakan gadget rata-rata lebih dari 7 jam. Pemakaian gadget berlebihan didefinisikan pada anak berusia di atas 2 tahun yang menggunakan gadget itu lebih dari 2 jam per hari.

Suatu sinar disebut high energy visible atau heV (blue light) adalah salah satu bagian dari spektrum cahaya yang sangat kuat dan dihasilkan oleh peralatan elektronik modern bahkan bohlam fluoresens. Cahaya ini menjadi salah satu penyebab masalah penglihatan, yaitu katarak dan age-related macular degeneration (AMD). Mata yang terekspos terlalu lama oleh heV akan berdampak pada retina, heV penetrasi ke pigmen makula pada mata dan menyebabkan kerusakan perlndungan mata sehingga mata akan lebih rentan terhadap paparan heV dan degenerasi sel.

Layar gadget menggunakan tulisan lebih kecil daripada buku atau cetakan hardcopy lainnya sehingga jarak baca menjadi lebih dekat yang meningkatkan kebutuhan penglihatan pada penggunanya mengakibatkan muncul gejala yang termasuk dalam computer vision syndrome.

Penelitian analitik observasional potong lintang (cross sectional) dilakukan pada siswa-siswi berusia 11 tahun di SD Muhammadiyah 4 Surabaya periode Maret-November 2015.  Pengambilan sampel dilakukans ecara random sampling. Data penelitian ini dikumpulkan dari data primer berupa kuesioner dan pemeriksaan mata menggunakan Snellen Chart dan tear break-up time test. Dari hasil pengisian kuesioner tersebut akan didapatkan jangka waktu penggunaan gadget yang merupakan hasil pengurangan  usia siswa-siswa saat ini dan saat siswa-siswi menggunakan gadget untuk pertama kalinya.

Setelah tingkat paparan penggunaan gadget pada sampel dan juga hasil pemeriksaan mata (menggunakan Snellen chart dan tear break-up time test) diketahui, dilakukan analisis hubungan berupa uji hipotesis chi-square dan untuk memperoleh resiko relatif yang dinyatakan dengan rasio prevalensi.

Hasil kuesioner didapatkan kategori paparan ringan 56%, sedang 23% dan berat 21%. Hasil pemeriksaan Snellen Chart diperoleh hasil tajam penglihatan menurun pada 47% dan normal pada 54%. Hasil tear break-up time test diperoleh mata kering sebanyak 88% dan tidak mengalami sebanyak 12%.

Kesimpulan yang dapat ditarik adalah seluruh tingkat kategori paparan mempunyai resiko kecil untuk mengalami penurunan atau gangguan tajam penglihatan, tetapi mempunyai resiko yang sama besar untuk mengalami mata kering.

Read 54 times Last modified on Tuesday, 09 April 2019 02:04
Rate this item
(0 votes)

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2