12 March

Pengaruh Pemberian ASI Eksklusif dan Non Eksklusif terhadap Mental Emosional Anak Usia 3 - 4 Tahun

Written by 

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik yang mengandung semua unsur gizi yang dibutuhkan bayi usia 0 - 6 bulan. ASI dapat mempengaruhi tumbuh kembang bayi, termasuk perkembangan mental emosional melalui kelekatan yang terbentuk melalui menyusui. Kelekatan yang kurang antara ibu dan bayi dapat menyebabkan timbulnya gangguan mental emosional yang berpengaruh terhadap perkembangan anak pada tahap selanjutnya.

 Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik yang mengandung semua unsur gizi yang dibutuhkan bayi usia 0-6 bulan. ASI juga mengandung zat kekebalan yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi. ASI juga dapat mempengaruhi tumbuh kembang bayi, termasuk perkembangan mental emosional melalui kelekatan yang terbentuk melalui menyusui. Kondisi mental emosional pada usia dini dapat mempengaruhi periode selanjutnya, dimana mental emosional yang baik akan mengalami perkembangan yang positif di tahap berikutnya. Sebaliknya jika mental emosional buruk, maka dapat menjadikan anak tersebut rentan melakukan kejahatan. Terdapat keterkaitan antara lama pemberian ASI eksklusif dengan mental emosional. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap mental emosional anak usia 3 - 4 tahun dan menganalisis faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap mental emosional anak usia 3 - 4 tahun di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.

Jenis penelitian ini adalah observasional analitik, dengan pendekatan cross sectional dengan menelaah pengaruh pemberian ASI (eksklusif atau non eksklusif, pengetahuan ibu, sikap ibu, tingkat pendidikan ibu, status ibu bekerja, umur kehamilan, berat bayi lahir dan IMD) terhadap mental emosional anak. Penelitian ini dilakukan September hingga November 2013 di empat puskesmas Kecamatan Banyumanik. Pengambilan sampel dipilih dengan metode purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 84 anak yang dibagi 2 menjadi anak dengan ASI eksklusif (42 anak) dan anak yang tidak ASI eksklusif (42 anak). Instrumen penelitian berupa kuesioner pemberian ASI meliputi : berat bayi lahir, usia kehamilan, pendidikan ibu, status ibu bekerja, pengetahuan dan sikap ibu serta IMD dan kuesioner skrinign masalah mental emosional adalah menggunakan strength and difficulties questionnaire (SDQ)

Uji bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan pemberian ASI (p=0,001), pengetahuan ibu (p=0,001),  sikap ibu (p= 0,001) dan tingkat pendidikan ibu (p= 0,029) terhadap mental emosional anak. Pemberian ASI merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap mental emosional anak setelah dikontrol oleh  variabel pengetahuan ibu, sikap ibu, tingkat pendidikan,  dan berat badan lahir anak.

SELENGKAPNYA

Read 55 times
Rate this item
(0 votes)

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2