Care Pathway dan Clinical Pathway

Clinical pathway mulai dikenal secara luas di Indonesia melalui konsep INA DRG yang merupakan bagian dari konsep casemix yang diimplementasikan di 15 rumah sakit vertical pada tahun 2008. Clinical pathway merupakan serangkaian proses perawatan bagi sekelompok pasien dengan diagnosis tertentu yang bersifat spesifik dalam periode yang telah ditentukan yang mencakup intervensi yang kompleks untuk menentukan pilihan dalam perawatan (Vanchaecht 2007) Bila dibandingkan dengan clinical pathway, maka care pathway mencakup area pelayanan yang lebih luas meliputi berbagai fasilitas pelayanan kesehatan berbagai level serta mencakup alur pelayanan rujukan baik ke level yang lebih tinggi maupun sebaliknya. Care pathway mulai dikenalkan di USA tahun 1980 an dan digunakan di UK NHS sebagai implemetasi salah satu komponen clinical governance. Care Pathway dipromosikan sebagai paradigm managed care Karakteristik clinical pathway meliputi:

  1. Rencana perawatan dan Intervensi yang bersifat multidisipliner dan terstruktur.
  2. Digunakan untuk mentransformasikan guidelines/evidence ke struktur local pelayanan (menyesuaikan kondisi local penyedia layanan kesehatan).
  3. Menjabarkan tahapan – tahapan perawatan dalam bentuk perencanaan, pathway, algoritma, guideline, dan bentuk lainnya.
  4. Memiliki rentang waktu berdasarkan perkembangan / perjalanan penyakit berdasarkan gejala, tanda ataupun hasil pemeriksaan penunjang.
  5. Bertujuan untuk standarisasi perawatan pada penyakit/ masalah kesehatan yang spesifik, prosedur, atau episode perawatan pada populasi yang spesifik.

Manfaat Care Pathway:

  1. Menfasilitasi perbaikan dan implementasi guideline yang bersifat multidisiplin,
  2. Meminimalkan waktu tunggu dan pemanfaatan sumberdaya secara efisien untuk memperoleh kualitas yang maksimal dalam perawatan pasien.
  3. Menspesifikasi setiap resiko perawatan dan proses komunikasi.
  4. Meningkatkan kolaborasi interprofesi, meningkatkan profesionalisme.
  5. Memberikan pelayanan klinis yang lebih efektif.
  6. Memperbaiki komunikasi antara pasien dan dokter/ pemberi layanan kesehatan.
  7. Meningkatkan kepuasan pasien

Keterbatasan care pathway:

  1. Terbatasnya bukti tentang potensi care pathway dalam meningkatkan pelayanan sebab metode ini lebih berfokus pada biaya.
  2. Ketidaksesuaian harapan antara manager dan klinisi.
  3. Pengurangan peran dan judgment klinik pada kasus individu yang lebih spesifik. 

Latar Belakang

Provinsi D.I Yogyakarta selama ini merupakan Provinsi terbaik secara nasional dalam pencapaian Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), namun juga tidak luput dari permasalahan dengan penyebab kematian yang sama. Kenaikan jumlah kematian menjadi suatu keprihatinan padahal sarana pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan cukup banyak, peralatan cukup lengkap, kondisi geografis dan transportasi relatif baik.

Data kematian yang ada sampai dengan bulan Juli Tahun 2016 sudah mencapai 29 AKI (Sumber Data : Dinkes Propinsi DIY), data ini sudah menyamai kematian ibu pada tahun sebelumnya,yakni Tahun 2015. Berdasarkan pada data tersebut, dibutuhkan kesiagaan berbagai pihak guna mencegah semakin bertambahnya jumlah kasus kematian ibu.

Penanganan kasus kematian ibu bisa dicegah sejak dari awal kehamilan. Tentu saja hal ini membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, dari mulai pemeriksaan yang dilakukan pada petugas pelayanan kesehatan tingkat pertama hingga tingkat rujukan lanjut. Untuk mempermudah pemeriksaan maka dibuat Care Pathways yang sesuai dengan diagnosa penyakit dan didalamnya berisikan komponen pemeriksaan kehamilan, tenaga medis yang berperan dan penjamin pembiayaan.

Care Pathways merangkum seluruh pemeriksaan yang dilakukan oleh ibu hamil sejak trimester I, II dan III dan pemeriksaan yang dilakukan pada PPK I, II dan III. Jika Ibu hamil tersebut dirujuk pada Faskes tingkat lanjut makan yang digunakan adalah Clinical Pathways. Dalam Penyusunan Care Pathways dan Clinical Pathways diperlukan peran dari praktisi klinis (dokter umum, dokter spesialis dan konsulen) di FKTP dan FKRTL, Dinas kesehatan dan penjamin pembiayaan kesehatan.

Proses penyusunan Care Pathways dan Clinical Pathways diperlukan diskusi dengan para praktisi. Untuk mengembangkan diskusi dengan berbagi pengetahuan serta informasi yakni Community of Practice (CoP). CoP adalah sebuah komunitas yang berisikan sekelompok orang yang memiliki profesi sama berbagi pengetahuan tentang topik tertentu yang spesifik sehingga setiap anggota yang tergabung didalamnya dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman pada topik Care Pathways kesehatan ibu dan anak.


Tujuan

CoP ini bertujuan untuk membantu dalam penyusunan dan pengembangan Care Pathways Kesehatan Ibu dan Anak.
Secara khusus tujuan CoP ini adalah:

  1. Media diskusi untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam rangka penyusunan dan pengembangan Care Pathways Kesehatan Ibu dan Anak.
  2. Media pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penyusunan dan pengembangan Care Pathways Kesehatan Ibu dan Anak.
  3. Sumber berbagai evidence based dan literatur yang terkait dengan penyusunan dan pengembangan Care Pathways Kesehatan Ibu dan Anak.

CoP ini diharapkan dapat menghasilkan:

  1. Dalam CoP ini diharapkan masing-masing Pokja dapat menyusun Care Pathways dan Clinical Pathways sesuai dengan diagnosa penyakit.
  2. Sebagai proses pembelajaran mengenai implementasi Care Pathways dan Clinical Pathways KIA di FKTP serta FKRTL.
 

Peserta

CoP ini diharapkan dapat terdiri dari para praktisi yang terkait dengan penyususnan dan pengembangan Care Pathways KIA, yaitu:

  1. Praktisi Klinis
  2. Kementerian Kesehatan
  3. Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/kota
  4. Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dan Rujukan Lanjut (FKTP dan FKRTL)
  5. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
  6. Jaminan Kesehatan Sosial (Jamkesos)
  7. Organisasi profesi
  8. Fakultas Kedokteran

Kegiatan komunitas

Diskusi rutin:

Diselenggarakan melalui aplikasi media sosial Whats App dengan moderator dimana setiap topik akan dibahas hingga menghasilkan sebuah kesimpulan sebelum beralih ke topik lain. Catatan diskusi rutin dari Whats App akan dirangkum dan dapat dibaca ulang di web kesehatan-ibuanak.net.

Diskusi khusus:

Diselenggarakan melalui webbinar. Topik akan ditentukan berdasarkan hasil diskusi rutin yang perlu dibahas lebih mendalam dengan menampilkan narasumber yang kompeten. Kegiatan diskusi khusus melalui webbinar akan disusun TOR terlebih dahulu.

 

Pengelola

Kegiatan dalam CoP ini akan dipandu oleh Tim Care pathways dari RSUP Dr. Sardjito dan Divisi Manajemen Mutu PKMK FK UGM, terdiri dari:
  1. Prof. dr. Ova Emilia, Sp.OG, PhD
  2. dr. Detty N, Sp.OG, PhD
  3. dr. Sitti Noor Zaenab, M.Kes
  4. Elisa Sulistyaningrum, MPH
  5. dr. Suryani Yuliyanti, M.Kes

Pendaftaran

Dilakukan melalui website www.kesehatan-ibu.net 
Persyaratan sebagai anggota:
  1. Memiliki aplikasi Whats App
  2. Memiliki alamat e-mail aktif
  3. Membayar iuran anggota sebesar Rp. 1.000.000,-/ Tahun
Informasi pembayaran pendaftaran anggota dapat menghubungi:

Anantasia Noviana, SE
No. Telp. (0821 1616 1620 / 0815 7909 418)
Email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. 

Kontak kami

Bila Anda ingin menyampaikan pertanyaan, saran, maupun keluhan terkait CoP Care Pathways KIA, silakan hubungi:
Elisa Sulistyaningrum (08561757818 / This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )



 

Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates