Thursday, July 24, 2014

Investment Case di Provinsi Papua

Analisis Awal: Investment Case di Provinsi Papua

Saat ini tengah berlangsung proses analisis dengan menggunakan metode Investment Case di tiga kabupaten di Provinsi Papua.
Berikut adalah beberapa hasil penemuan hambatan dalam intervensi kesehatan ibu dan anak berdasar data yang diperoleh dari 3 kabupaten:

  1. Kabupaten Boven Digoel
  2. Kabupaten Yapen
  3. Kabupaten Jayawijaya

Kabupaten Boven Digoel

Intervensi yang dipilih untuk Tracer 1 (untuk mempelajari lebih lanjut klik di sini) adalah Imunisasi Campak.
Imunisasi Campak adalah intervensi yang mewakili program imunisasi secara keseluruhan. Imunisasi pada anak dapat mencegah berbagai macam penyakit menular dan terbukti dapat menurunkan angka kematian anak.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai efektivitas vaksin, silahkan klik di sini.

Dapat dilihat dari grafik Bottleneck di bawah, suplai vaksinasi tampak telah mencapai 100%, namun stok vaksin Kabupaten Boven Digoel berada di Dinas Kesehatan. Sementara Puskesmas belum mampu menyimpan sendiri stok vaksin, akibat keterbatasan fasilitas cold-chain. Hal ini merupakan salah satu bottleneck yang perlu diatasi.

Selanjutnya, dari ketersediaan bidan, yang berperan penting dalam memberikan pelayanan imunisasi bagi balita, cakupan hanya mencapai sekitar 50%. Sehingga tampak bahwa hambatan juga disebabkan oleh kurangnya tenaga kesehatan.

Untuk aksesibilitas ke fasilitas kesehatan yang menyediakan pelayanan imunisasi, atau Posyandu, masyarakat Boven Digoel telah memiliki akses yang cukup baik. Namun, walaupun data menyiratkan sekitar 80% masyarakat memiliki akses ke Posyandu, tidak jelas apakah semua Posyandu di kabupaten ini aktif dan selalu memberikan pelayanan imunisasi secara rutin.

Dari angka cakupan imunisasi campak (sekitar 70%), utilisasi imunisasi sudah cukup baik. Tapi grafik juga kemudian menunjukkan bahwa kontinuitas dan kualitas pemberian vaksin terus menurun. Kontinuitas di sini diwakili oleh angka cakupan DPT3, di mana orangtua harus membawa anaknya setidaknya 3 kali ke fasilitas kesehatan. Dan kualitas diwakili oleh persentase anak yang menerima imunisasi lengkap.

Grafik bottleneck ini menunjukkan bahwa hambatan utama terdapat di ketersediaan bidan sebagai imunisator utama di kabupaten Boven Digoel.

bigoel

Kabupaten Yapen

Intervensi yang dipilih untuk Tracer 2, atau yang mewakili seluruh intervensi di fase ibu hamil dan ibu bersalin, adalah persalinan normal oleh tenaga kesehatan terlatih.

Cakupan tenaga kesehatan terlatih yang membantu persalinan normal berhubungan langsung dengan tingkat kematian ibu. Semakin tinggi angka cakupan persalinan normal yang dibantu tenaga kesehatan terlatih, maka akan semakin rendah angka kematian ibu. Intervensi ini jauh lebih efektif dalam menurunkan angka kematian ibu daripada intervensi lain, misalnya pelayanan antenatal.

Dari grafik bottleneck di bawah, tampak bahwa hanya sekitar 30% bidan yang memiliki kit bidan yang lengkap di Kabupaten Yapen. Hal ini merupakan hambatan yang sangat mempengaruhi kualitas pelayanan persalinan. Jumlah bidan desa pun masih sangat kurang, yaitu sekitar 42%, walaupun aksesibilitas ibu hamil ke fasilitas kesehatan yang memadai sudah hampir mencapai 100%. Sehingga dari sisi suplai, intervensi ini memiliki banyak hambatan yang perlu segera diatasi.

Terlepas dari keterbatasan di sisi suplai, Kabupaten Yapen memiliki angka persalinan dibantu tenaga kesehatan terlatih yang jauh lebih tinggi (sekitar 80%) daripada cakupan di Provinsi Papua (46.3% menurut survei Demographic Health Survey tahun 2007). Namun kualitas pelayanan ini menurun menjadi sekitar 58%. Di mana kualitas diukur dari persalinan normal yang dibantu tenaga kesehatan dan kemudian diikuti dengan pelayanan post-natal yang memadai.

yapen

Kabupaten Jayawijaya

Intervensi yang mewakili tracer 3, atau yang mewakili seluruh pelayanan pengobatan untuk penyakit pada anak, adalah terapi malaria kombinasi.

Grafik bottleneck berikut dibuat berdasarkan indikator-indikator yang didapat dari laporan rutin Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, dan Riskesdas 2007. Data yang tersedia kurang dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya di Kabupaten Jayawijaya. Kita akan membahas lebih lanjut mengenai hal ini.

Dari sisi suplai ACT (Artemisinin-based Combination Therapy), yang merupakan terapi pilihan terbaik untuk malaria pada anak, tampak suplai mencapai 100%. Indikator yang digunakan di sini adalah jumlah Puskesmas yang tidak pernah kehabisan stok ACT, dinilai dari apakah Puskesmas tersebut melaporkan kekurangan stok ACT atau tidak. Yang tidak dapat digambarkan oleh indikator ini adalah apakah Puskesmas tersebut sudah menggunakan ACT sebagai terapi pilihan. Atau: apakah Puskesmas tersebut memang tidak menggunakan ACT sama sekali, sehingga stok selalu ada. Hal ini tentu saja perlu dikonfirmasi lagi dengan pihak Kabupaten Jayawijaya. Kelemahan dari penggunaan data seperti ini adalah, tidak ada laporan mengenai penggunaan ACT di level Puskesmas, sehingga sulit dinilai tingkat ketersediaannya.

Permasalahan yang sama terdapat di indikator aksesibilitas, di mana hampir 90% masyarakat dapat mengakses fasilitas kesehatan setidaknya Posyandu (data dari Riskesdas 2007). Namun tidak tersedia data yang dapat menunjukkan persentase penduduk yang dapat mengakses fasilitas kesehatan yang menyediakan ACT sebagai terapi pilihan untuk kasus malaria pada anak.

Dari sisi demand, sekitar 60% penduduk yang menderita atau memiliki gejala malaria telah mendapat pengobatan. Pengobatan di sini adalah mengkonsumsi suatu obat malaria, baik kina, klorokuin, maupun jenis lainnya yang belum tentu efektif mengobati malaria. Maka, saat kualitas diukur dari persentase kasus malaria pada anak yang mendapat terapi ACT, kualitas menurun drastis menjadi 0%. Saat ini tidak ada data dari laporan rutin yang menunjukkan bahwa ACT telah menjadi terapi utama untuk kasus malaria pada anak.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai fakta dan rekomendasi untuk kasus malaria, silahkan klik di sini.

jayawijaya

 

blendedkia

Penyusunan Dokumen Kebijakan

2930

video-paket-kia

exit

Perencanaan Berbasis Bukti

pbb

lapkpbb

dokpp

Website Terkait

chpmmutuu

Facebook Page