Latar Belakang
Indonesia adalah negara besar dengan 237 juta penduduk, 33 propinsi, dan 497 kabupaten/kota. Indonesia unik karena memiliki variasi dalam banyak hal, baik dalam status sosial-ekonomi maupun indikator kesehatan termasuk dalam bidang ibu dan anak.
Saat ini, angka kematian ibu masih relatif tinggi, yaitu 228/100.000 kelahiran hidup. Angka kematian bayi di bawah 5 tahun (U5MR) telah turun dari 69/1000 ke 44/1000 kelahiran hidup, namun angka NMR stagnan atau tidak menunjukkan perbaikan yang berarti. Indikator nasional menunjukkan adanya kesenjangan (inequity) antar propinsi dan antar kabupaten/kota, berdasarkan kelompok sosial-ekonomi dan secara geografis.
Penelitian Investment Case untuk program KIA ini dilaksanakan di 4 tempat dengan tipologi yang berbeda dalam hal pencapaian indikator KIA dan kapasitas fiskal daerah. Penelitian ini dimaksudkan untuk menyempurnakan proses perencanaan dan penganggaran pembangunan yang belum transparan, partisipatif, dan akuntabel. Termasuk memecahkan permasalah anggaran, diantaranya belum adanya alokasi anggaran pembangunan yang berpihak pada masyarakat serta keterbatasan sumber pembiayaan program kesehatan.
Permasalahan
Hasil Analisis Equity menunjukkan bahwa, Under-five mortality di propinsi kepulauan cenderung stagnan

Secara nasional terjadi stagnasi AKI dan AKB, serta ada indikasi peningkatan AKI justru di pelayanan rujukan (RS)
Hasil Analisis Equity menunjukkan bahwa, kematian bayi baru lahir di propinsi kepulauan memburuk setelah desentralisasi

Peningkatan angka mortalitas neonatal setelah tahun 2000 di Daerah Terpencil Perbatasan dan Kepulauan (DTPK)
Selain itu, situasi pembiayaan KIA saat ini menunjukkan bahwa:
- Kontribusi Pembiayaan KIA Pemerintah Pusat melalui APBN semakin besar
- Proporsi APBD untuk KIA cenderung tetap kecil di beberapa kabupaten/kota
- Belum optimalnya peran kontribusi Propinsi dalam KIA
- Perencanaan dan penganggaran kesehatan di daerah belum banyak yang berbasis bukti (evidence-based)
Situasi Pendanaan KIA Kota Tasikmalaya dan Pontianak
Komposisi pendanaan dalam tahun terakhir di kota Tasik masih didorong oleh kenaikan anggaran pusat

Pendanaan KIA di kota Pontianak, selain juga karena adanya peran kenaikan anggaran kota, swasta dan masyarakat, juga adanya kenaikan dana pusat

Situasi Pendanaan KIA Kabupaten Sikka dan Merauke
Komposisi pendanaan dalam tahun terakhir di kabupaten Sikka didorong oleh tingginya dana Pusat dan masih banyaknya donor yang bekerja membantu Kababupaten Sikka

Pendanaan KIA di kabupaten Merauke, selain juga karena adanya peran kenaikan anggaran pusat, juga adanya kenaikan peran pemerintah daerah

Tujuan Investment Case
Mendukung Penggunaan Intervensi Berbasis Bukti Dalam Perencanaan dan Penganggaran Program Untuk Menangani Penyebab dan Menurunkan Angka Kematian Ibu Dan Anak.
Bagaimana caranya?
- Memberikan dukungan kepada pimpinan Dinkes Kabupaten/Kota agar mampu menyusun perencanaan dan penganggaran yang berbasis bukti
- Menggunakan data spesifik daerah sebagai dasar untuk menyusun rencana strategis program KIA, khususnya dan Renstra Kesehatan daerah secara menyeluruh dan terintegrasi
- Menyediakan bukti nyata tentang besaran ‘jumlah dana yang efisien’ untuk bernegosiasi dengan legislatif dengan tujuan;
- Pimpinan Daerah menyediakan dan menyetujui anggaran yang cukup untuk meningkatkan status derajat KIA.
- Advokasi anggaran agar dapat dialokasikan untuk strategi yang tepat sasaran dan berdampak tinggi.




















