Wednesday, May 22, 2013

Seminar Nasional dan Pameran Poster

Hasil Studi Ekuitas dan Hasil Studi Investasi Kesehatan KIA :
"Apakah Indonesia sudah memberikan investasi yang baik untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak? "

Latar Belakang
Indonesia menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dalam usaha menurunkan kematian anak. Upaya pengurangan kematian anak dalam 20 tahun terakhir menunjukkan bahwa Indonesia mungkin bisa mencapai target indikator MDG 4 walaupun perlu usaha yang sangat keras untuk menurunkan angka kematian bayi baru lahir yang tidak menunjukkan penurunan yang berarti. Beberapa bukti menunjukkan bahwa jika masalah bayi baru lahir diabaikan, Indonesia juga mungkin akan gagal dalam mencapai MDG 4. Sedangkan mengenai MDG 5, jika tidak ada upaya percepatan dengan intervensi yang efektif untuk meningkatkan kesehatan ibu dan mengurangi kematian maternal, Indonesia diperkirakan tidak akan mencapai target yang diharapkan.

Indonesia juga mempunyai masalah inequity (kesenjangan/ketidakadilan) yang bervariasi yang disebabkan oleh perbedaan sosial edkonomi dan geografis. Khusus untuk ketidak adilan geografis, beberapa data menunjukkan adanya gap yang memburulk dalam hal data kematian anak antara propinsi barat dan timur. Gap yag memburuk ini perlu diperhatikan dan harus diatasi.
Sistem desentralisasi kesehatan yang telah diterapkan selama bertahun-tahun dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada daerah untuk lebih berperan dalam membuat perencanaan, menghitung pembiayaan (costing), membuat strategi dan melakukan pembiayaan kesehatan (financing) serta melaksanakan program. Pada kenyataannya proses ini tidak berlangsung sesuai dengan yang direncanakan.

Dalam rangka pencapaian target MDG 4 dan MDG 5, Indonesia perlu membangun bukti-bukti nasional dan propinsi serta kabupaten yang dibutuhkan untuk (a) mengidentifikasi keterbatasan dan bottleneck (sumbatan) utama pada sistem kesehatan yang menghambat perluasan intervensi-intervensi terbaik yang dibutuhkan untuk mencapai kemajuan pencapaian MDG 4 dan 5 secara adil, dan (b) memperkirakan dana tambahan yang dibutuhkan untuk mengatasi keterbatasan dan bottleneck (sumbatan) dan memperluas intervensi-intervensi terbaik untuk mencapai kemajuan yang adil dalam pencapaian MDG 4 dan 5.

Saat ini telah dilakukan penelitian Investment Case (IC) untuk KIA di Indonesia dengan melakukan analisis terhadap hambatan dan sumbatan (bottleneck) pada pola perencanaan, penganggaran dan pembiayaan kesehatan di daerah dengan melalui studi di empat kabupaten dan kota (Kota Tasikmalaya, Kota Pontianak, Kabupaten Sikka dan Kabuapten Merauke). Telah dilakukan pula diskusi dan pengamatan tentang pendanaan kesehatan ibu dan anak dari sektor pemerintah selama beberapa tahun terakhir. Penelitian ini memperhitungan pelaksanaan strategi yang inovatif dengan mengambil pembelajaran dari strategi dan intervensi KIA yang sudah dilakukan dan berhasil di daerah lain di Indonesia.  Program ini  juga menggarisbawahi dua hal penting yaitu hubungannya dengan penyebab kematian pada ibu, bayi dan balita; dan apakah golongan yang terpinggirkan (karena kemiskinan, daerah terpencil dll) sudah terakomodasi.

Penelitian IC untuk fase 2 tahap I saat ini telah memasuki tahap akhir. Tim gabungan peneliti akan melakukan pertemuan untuk diseminasi hasil dari penelitian tersebut dan mengundang pihak-pihak yang berkepentingan  dari pemerintah, institusi pendidikan, LSM, Internasional Organisasi, Organisasi Profesi, dll, yang akan mendapat manfaat dari penelitian ini. Pertemuan ini akan memberikan kesempatan untuk diskusi yang mendalam mengenai apakah Indonesia sudah memberikan investasi yang baik untuk pelayanan kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak, dan merancang rencana tindak lanjut untuk akselerasi upaya pencapaian MDG 4 dan 5 secara bersama-sama.

Tujuan Pertemuan

  1. Diseminasi hasil studi ekuitas kesehatan KIA
  2. Diseminasi hasil studi Investasi Kesehatan KIA
  3. Diperolehnya dukungan komitmen hasil studi dalam perumusan kebijakan di bidang KIA

Output Kegiatan

  1. Tersedianya informasi studi ekuitas KIA di Indonesia
  2. Tersedianya informasi studi Investasi Kesehatan bidang KIA
  3. Terumuskannya langkah-langkah tindak lanjut studi ekuitas dan Investasi Kesehatan dalam perencanaan dan penganggaran

Materi :

Equity Analysis

Laporan IC

Materi Seminer Investmen Case :

Bahan Pembahasan kepala Biro perencanaan dan Anggaran Kementrian kesehatan

Equity Analysis Investment Case

Pembahasan Investment Case (Direktur Bina Kesehatan Anak)

Pembahasan Investment Case (Direktur Bina Kesehatan Ibu)

Pembahasan Investment Case Roren

Result Report Investment Case

Pameran Poster
Bersama dengan kegiatan seminar akan dilakukan pameran poster yang menyajikan:

  1. Proses kegiatan Investment Case Study serta aplikasinya di Musrenbang
  2. Poster yang berisikan berbagai Good Practice dalam KIA

Peserta yang Diharapkan

  1. Kementerian Kesehatan Eselon 1
  2. Sekjen, Dirjen Gizi KIA, Dirjen BUK, Dirjen P2PL, Kepala Badan Litbang, Kepala Badan PPSDM

  3. Kementrian Kesehatan Eselon 2
  4. Karoren, Puspromkes, Puskomlik, Direktur Kesehatan Ibu, Direktur Kesehatan Anak, Direktur Gizi, Sesditjen Gizi KIA, Direktur BUKD, Direktur BUKR, Sesditjen BUK, Direktur SIMKAR, Direktur P2B2, Direktur P2ML, Sesditjen P2PL, Ses Badan Litbang, Kapuslit I, II, III dan IV  Badan Litbang, Kapus PPJK

  5. Kemenkokesra
  6. Deputi Bidang Kesehatan dan Lingkungan, Asdep Kesehatan

  7. Kementerian Keuangan
  8. Ditjen Anggaran, Ditjen Perimbangan Keuangan

  9. Kementerian Dalam Negeri
  10. Ditjen Bangda, Ditjen PMD, Ditjen Perencanaan Keuangan

  11. BKKBN
  12. Deputi KB dan KR

  13. Dinas Kesehatan
  14. Kadinkes Provinsi Jabar,Kalbar , NTT dan Papua ,Kepala Bappeda Provinsi Jabar, Kalbar, NTT dan Papua, Kepala Bappeda Kabupaten/Kota  Sikka,  Merauke, Pontianak, Tasikmalaya, Kadinkes Kabupaten/Kota Tasikmalaya, Pontianak, Sikka dan Merauke

  15. Perguruan Tinggi
  16. FK Unpad, FKM Undip, FKM Universitas Cendana, FK Universitas Cendrawasih, FK UGM

  17. Organisasi Profesi
  18. IDI, IDAI, POGI, IBI, PPNI, IAKMI

  19. Donor
  20. WHO, UNICEF, Bank Dunia, AusAid, UNFPA, USAID

  21. Bappenas
  22. Deputi SDM dan K, Direktorat KGM, Direktorat Alokasi Pendanaan Pembangunan

     

Tempat dan Waktu:
Jakarta, 22 September 2011

Informasi Lebih Lanjut:

Ratna Dwi Hastuti
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan (PMPK) 
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada 
Gedung IKM Sayap Utara Lt.2 Fakultas Kedokteran UGM 
Jalan Farmako Sekip Utara, 
Yogyakarta 55281, Indonesia

RTL Papua

rtlpapua

Penyusunan Dokumen Kebijakan

Investment Case

Investment case

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday662
mod_vvisit_counterYesterday812
mod_vvisit_counterAll days250493

Facebook Page