Kesehatan Ibu & Anak

Kesehatan Ibu & Anak

Relatif, beberapa studi longitudinal telah mengevaluasi hubungan antara tidur dan indeks massa tubuh (BMI) di antara anak-anak yang lebih muda. Selain itu, beberapa penelitian telah mengevaluasi hubungan longitudinal dua arah antara durasi tidur dan IMT anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pada anak usia 6 hingga 36 bulan (1) hubungan cross - sectional dari durasi tidur dan masalah tidur dengan skor BMI z anak, (2) apakah durasi tidur memprediksi perubahan skor BMI z anak, dan (3) apakah skor BMI z dapat memprediksi perubahan durasi tidur anak.

Penelitian ini menggunakan data longitudinal dari studi BeeBOFT (N = 2308). Durasi tidur anak dan masalah tidur (ditunjukkan dengan bangun malam dan latensi onset tidur) dilaporkan oleh orang tua, dan IMT anak diukur menggunakan protokol standar oleh tenaga kesehatan terlatih yang berusia sekitar 6, 14, dan 36 bulan. Model campuran linier dan model regresi linier diterapkan untuk menilai hubungan longitudinal cross-sectional dan dua arah antara skor tidur dan BMI z.

Selengkapnya 

Psikolog Elizabeth Santosa berkali-kali mengingatkan bahwa pra remaja dan masa remaja adalah usia krusial bagi anak, terutama menyangkut ketertarikan dengan lawan jenis. Dikutip dari forum Sahabat Keluarga Kemendikbud, psikolog yang akrab disapa Lizzie ini menyebut masa remaja adalah "masa badai". Masa di mana mereka mengalami transisi hormonal yang kerap bikin labil. Badan sudah besar tapi masih seperti anak-anak, merasa diri dewasa tapi tidak punya tempat. Agar siap menghadapi masa seperti ini, anak harus selalu didampingi dan mendapat pendidikan seks sejak dini. Kapan tepatnya? Sejak balita!

Sejak balita ”Yang perlu ditekankan adalah pendidikan seks itu penting sepanjang usia. Karena setiap perkembangan usia kita ada tahapan-tahapannya; dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Memangnya dewasa masih perlu juga? Jawabannya ya, karena sebagian pasangan menikah tidak bahagia ternyata karena pendidikan seksnya kurang. Apalagi seks adalah salah satu kunci sukses harmonisnya keluarga juga,” ungkap Lizzie.

Kemajuan ilmiah dan teknologi memberi tekanan untuk memperluas cakupan skrining bayi baru lahir. Padahal ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesehatan anak, itu juga menantang persepsi kita saat ini tentang program - program tersebut. Program skrining bayi baru lahir standar dibenarkan oleh fakta bahwa deteksi dini dan pengobatan individu yang terkena dampak menghindari morbiditas dan mortalitas yang signifikan. Namun, proposal untuk memperluas ruang lingkup dan kompleksitas pengujian semacam itu tidak semuanya didukung oleh tingkat bukti yang sama untuk manfaat nyata. Peneliti berpendapat bahwa penyaringan untuk kerentanan genetik terhadap gangguan kompleks secara inheren berbeda dari penyaringan standar dan, meskipun memiliki nilai potensial, harus dipertimbangkan secara terpisah dari pengujian konvensional.

Selengkapnya 

Anak-anak yang lahir setelah reproduksi yang dibantu secara medis memiliki risiko lebih tinggi terhadap hasil kelahiran yang buruk daripada yang dikandung secara alami. Kami bertujuan untuk menetapkan sejauh mana risiko berlebih ini harus dikaitkan dengan efek berbahaya dari pengobatan atau karakteristik orangtua yang sudah ada sebelumnya yang mengacaukan hubungan.

Kami menggunakan data dari register administrasi Finlandia yang mencakup 20% sampel acak rumah tangga dengan setidaknya satu anak berusia 0-14 tahun pada akhir tahun 2000 (n = 65 723). Kami menganalisis berat lahir, usia kehamilan, risiko berat lahir rendah, dan risiko kelahiran prematur di antara anak-anak yang dikandung baik oleh reproduksi yang dibantu secara medis dan secara alami.

Jurnal Open Access:

Tujuan penelitian ini untuk menciptakan terjemahan lintas budaya dari Komunitas Daftar Perilaku Aberrant (ABC-C) ke dalam bahasa Thailand karena tidak tersediamya instrumen yang memantau masalah perilaku pada pasien yang mengalami keterlambatan perkembangan di Thailand. Setelah terjemahan maju dan mundur, versi prefinal ABC-C versi Thailand diuji dan dievaluasi oleh sepuluh petugas kesehatan.

Versi terakhir digunakan untuk menghitung reliabilitas dan validitas dengan 40, 2-18 tahun pasien yang mengalami keterlambatan perkembangan oleh dua penilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa versi ABC-C Thailand memiliki konsistensi internal yang tinggi (Î ± = 0,922), inter-rater yang tinggi dan reliabilitas tes-tes ulang [ICC = 0,90 (95% CI: 0,81-0,95) dan ICC = 0,92 (95%) CI: masing-masing 0,86-0,96).

Ini juga memiliki korelasi positif yang tinggi dengan The Clinical Global Impression-Severity Scale (CGI-S), (r = 0,87; p <0,01) dengan evaluasi validitas konkuren. Versi ABC-C Thailand memiliki sifat psikometrik yang baik dan dapat digunakan untuk mengevaluasi dan memantau masalah perilaku pasien yang mengalami keterlambatan perkembangan di bidang klinis dan penelitian.

Selengkapnya 

Page 1 of 35

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2