Relatif, beberapa studi longitudinal telah mengevaluasi hubungan antara tidur dan indeks massa tubuh (BMI) di antara anak-anak yang lebih muda. Selain itu, beberapa penelitian telah mengevaluasi hubungan longitudinal dua arah antara durasi tidur dan IMT anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pada anak usia 6 hingga 36 bulan (1) hubungan cross - sectional dari durasi tidur dan masalah tidur dengan skor BMI z anak, (2) apakah durasi tidur memprediksi perubahan skor BMI z anak, dan (3) apakah skor BMI z dapat memprediksi perubahan durasi tidur anak.

Penelitian ini menggunakan data longitudinal dari studi BeeBOFT (N = 2308). Durasi tidur anak dan masalah tidur (ditunjukkan dengan bangun malam dan latensi onset tidur) dilaporkan oleh orang tua, dan IMT anak diukur menggunakan protokol standar oleh tenaga kesehatan terlatih yang berusia sekitar 6, 14, dan 36 bulan. Model campuran linier dan model regresi linier diterapkan untuk menilai hubungan longitudinal cross-sectional dan dua arah antara skor tidur dan BMI z.

Selengkapnya 

Kemajuan ilmiah dan teknologi memberi tekanan untuk memperluas cakupan skrining bayi baru lahir. Padahal ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesehatan anak, itu juga menantang persepsi kita saat ini tentang program - program tersebut. Program skrining bayi baru lahir standar dibenarkan oleh fakta bahwa deteksi dini dan pengobatan individu yang terkena dampak menghindari morbiditas dan mortalitas yang signifikan. Namun, proposal untuk memperluas ruang lingkup dan kompleksitas pengujian semacam itu tidak semuanya didukung oleh tingkat bukti yang sama untuk manfaat nyata. Peneliti berpendapat bahwa penyaringan untuk kerentanan genetik terhadap gangguan kompleks secara inheren berbeda dari penyaringan standar dan, meskipun memiliki nilai potensial, harus dipertimbangkan secara terpisah dari pengujian konvensional.

Selengkapnya 

Anak-anak yang lahir setelah reproduksi yang dibantu secara medis memiliki risiko lebih tinggi terhadap hasil kelahiran yang buruk daripada yang dikandung secara alami. Kami bertujuan untuk menetapkan sejauh mana risiko berlebih ini harus dikaitkan dengan efek berbahaya dari pengobatan atau karakteristik orangtua yang sudah ada sebelumnya yang mengacaukan hubungan.

Kami menggunakan data dari register administrasi Finlandia yang mencakup 20% sampel acak rumah tangga dengan setidaknya satu anak berusia 0-14 tahun pada akhir tahun 2000 (n = 65 723). Kami menganalisis berat lahir, usia kehamilan, risiko berat lahir rendah, dan risiko kelahiran prematur di antara anak-anak yang dikandung baik oleh reproduksi yang dibantu secara medis dan secara alami.

Jurnal Open Access:

Tujuan penelitian ini untuk menciptakan terjemahan lintas budaya dari Komunitas Daftar Perilaku Aberrant (ABC-C) ke dalam bahasa Thailand karena tidak tersediamya instrumen yang memantau masalah perilaku pada pasien yang mengalami keterlambatan perkembangan di Thailand. Setelah terjemahan maju dan mundur, versi prefinal ABC-C versi Thailand diuji dan dievaluasi oleh sepuluh petugas kesehatan.

Versi terakhir digunakan untuk menghitung reliabilitas dan validitas dengan 40, 2-18 tahun pasien yang mengalami keterlambatan perkembangan oleh dua penilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa versi ABC-C Thailand memiliki konsistensi internal yang tinggi (Î ± = 0,922), inter-rater yang tinggi dan reliabilitas tes-tes ulang [ICC = 0,90 (95% CI: 0,81-0,95) dan ICC = 0,92 (95%) CI: masing-masing 0,86-0,96).

Ini juga memiliki korelasi positif yang tinggi dengan The Clinical Global Impression-Severity Scale (CGI-S), (r = 0,87; p <0,01) dengan evaluasi validitas konkuren. Versi ABC-C Thailand memiliki sifat psikometrik yang baik dan dapat digunakan untuk mengevaluasi dan memantau masalah perilaku pasien yang mengalami keterlambatan perkembangan di bidang klinis dan penelitian.

Selengkapnya 

Tema pengembangan potensi kreatif anak - anak dengan merangsang jendela peluang disiapkan untuk menunjukkan bagaimana kemungkinan mengembangkan potensi kreatif anak - anak selama neuroplastisitas kritis, yang merefleksikan peran jendela peluang untuk pembelajaran anak serta tentang contoh - contoh praktis stimulus untuk peningkatan pembelajaran ini. Karya ini menyajikan topik yang relevan seperti neuroplastisitas anak; praktik pengembangan pembelajaran saraf di masa kecil; pendidikan neuro dan kreativitas, menangani praktik kreatif selama periode sensitif perkembangan anak.

Perlu dicatat bahwa selama neuroplastisitas kritis, "jendela" gagasan lebih rentan untuk berubah dan untuk alasan ini pendidikan berbasis stimulus dan tantangan belajar sangat penting untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, termasuk berpikir dan bertindak kreatif. Kreativitas adalah karakteristik masa kanak-kanak, yang dapat ditingkatkan secara lebih efektif selama periode sensitif pembelajaran anak melalui plastisitas otak, dengan cara setiap stimulus atau pengalaman yang diperoleh menjadi koneksi otak baru oleh sistem saraf dan oleh karena itu kemampuan yang berbeda.

Dengan cara ini, praktik kreatif dapat ditingkatkan dengan kecerdasan ganda anak - anak, yang menyangkut berbagai keterampilan yang tersebar di wilayah otak yang berbeda. Manfaatkan pembukaan jendela otak bayi, adalah untuk memberi anak dunia pengalaman dan pembelajaran baru, melalui eksperimen berbagai rangsangan dan peluang yang ditawarkan oleh lingkunga.

Selengkapnya 

Page 1 of 5

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2