Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyoroti banyaknya anak penderita stunting atau kerdil di sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Barat.

Jokowi mengingatkan agar kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan dan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) lebih otimal untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Terutama memberikan gizi tambahan pada anak dan Bayi Dibawah Lima Tahun (Balita).

“Terutama bagi ibu-ibu yang memiliki bayi harus diukur, khusus pertumbuhannya. Jangan sampai anak kita menderita stunting atau kerdil,” katanya, Minggu, 8 April 2018.

Sebanyak 4.007 anak balita (bawah lima tahun) di Kota Malang mengalami stunting. Mereka tidak memiliki tinggi badan sesuai dengan usianya.

Merujuk data resmi Dinas Kesehatan Kota Malang, jumlah balita yang mengalami stunting kategori sangat pendek sejumlah 978 anak dan kategori pendek ada 3.029 anak. Jumlah tersebut didapat dari total balita di Kota Malang yakni 54.469 anak.

Jakarta - Selama lima tahun terakhir memimpin Jawa Tengah, Ganjar Pranowo telah menorehkan sejumlah prestasi, salah satunya prestasi di bidang kesehatan.

Calon gubernur Jawa Tengah (Jateng) nomo urut satu itu berhasil menurunkan angka kematian ibu dan balita di Jateng selama masa kepemimpinannya pada 2013-2018.

Pria dengan ciri khas rambut putih itu menyatakan sejumlah program kesehatan telah disiapkan seandainya kembali dipercaya memimpin Jateng. Ganjar Pranowo yang kini berpasangan dengan Taj Yasin, telah menyiapkan program kesehatan yang merujuk data indeks kesehatan 2013-2018.

BATULICIN - Dalam rangka peningkatan Program Kesehatan Ibu dan Anak serta Program Keluarga Sehat, Puskesmas Mantewe mencoba melakukan terobosan yaitu dengan menunjuk Kader Pengejar Ibu Hamil dan Timbangan Balita.

Menurut Kepala Puskesmas Mantewe Arditya AW, para kader ini nantinya bertugas untuk mengingatkan para ibu hamil baik yang sedang hamil pertama atau kedua dan seterusnya untuk selalu rutin memeriksakan kehamilannya.

Sedangkan untuk ibu-ibu yang memiliki balita, agar terus datang pada kegiatan posyandu rutin.

Warga di Kota Cimahi hingga kini masih banyak yang mempersoalkan keamanan dan kehalalan vaksin yang diberikan pada anak-anak mereka.

Entah apa atau siapa yang menjadi penyebabnya, bahkan kini semakin banyak ibu-ibu menjadi penganut paham 'anti-vaksin'. Fenomena itu mengalami puncaknya tatkala terjadi KLB rubella beberapa waktu yang lalu.

Tak berhenti sampai disitu, ketika ada KLB difteri beberapa bulan kebelakang, juga masih banyak ibu-ibu yang enggan membawa anaknya ke fasilitas kesehatan untuk memberikan vaksinasi kepada anaknya.

Page 1 of 9

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK)
Universitas Gadjah Mada

Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425

Email: unitpublikasi@gmail.com

Dies MMR & PKMK