HARI KESEHATAN NASIONAL

Jakarta - Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, menyebutkan konsumsi daun kelor mampu mencegah dan bahkan mengurangi stunting atau masalah kekurangan gizi di Indonesia.

"Kita tahu daun kelor, saya juga waktu itu pernah ditegur katanya ngurusin stunting atau ngurusin kurang gizi itu dengan daun kelor lho. (Konsumsi) daun kelor dengan kacang hijau," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jl Rasuna Said, Senin (12/11/2018).

Jakarta - Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) menunjukkan angka yang cukup menggembirakan terkait masalah stunting.

Angka stunting atau anak tumbuh pendek turun dari 37,2 persen pada Riskesdas 2013 menjadi 30,8 persen pada Riskesdas 2018.

Mikrobiota baik di dalam saluran cerna atau yang dikenal dengan probiotik berperan sangat penting dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang Si Kecil. Pertumbuhan dan aktivitas mikrobiota di dalam saluran cerna Si Kecil tersebut bisa ditingkatkan dengan zat nutrisi prebiotik yang baik seperti laktulosa.

Keberadaan probiotik di dalam saluran cerna sangat memengaruhi kesehatan saluran cerna Si Kecil. Selain itu, probiotik mempunyai dampak positif dalam jangka panjang terhadap kualitas tumbuh kembang Si Kecil. Berbagai penelitian membuktikan, adanya mikrobiota yang baik di dalam saluran cerna bisa mengurangi diare, nyeri perut, serta kolik dan dapat menurunkan insiden penyakit alergi serta infeksi.

Jakarta - Mendengar kata kanker pasti yang terlintas di benak kita adalah penyakit mematikan. Kebanyakan kanker menyerang orang dewasa, namun 3-5 persen menyerang anak-anak. 

Bagaimana dengan bayi baru lahir, apakah bisa terkena kanker? Dokter hematologi dan onkologi dari RS Dharmais, dr Marurul Aisyi, SpA(K) mengatakan bahwa bayi baru lahir bisa mengidap kanker, salah satunya leukemia kongenital.

Leukemia kongenital biasanya terdiagnosis pada masa 30 hari pertama kehidupan. Penyakit ini jarang sekali ditemukan, angka kejadiannya sekitar 1-5 per 1 juta kelahiran. Penyebabnya pun belum jelas diketahui.

"Hereditas dan genetik itu beda, faktanya hanya 10 persen yang merupakan penyakit keturunan. Faktor lingkungan dan genetik pada anak nggak begitu dominan," ujar dokter yang disapa Aisyi itu di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Selasa (16/10/2018).

Menurut dr Aisyi, pengobatan kanker pada bayi dan anak lebih mudah dilakukan dan disembuhkan dibandingkan orang dewasa. Hal ini disebabkan oleh struktur sel yang masih baik.

"Itulah respon pada terapi lebih bagus anak-anak. Kekacauan selnya belum seperti dewasa," tuturnya.


-- sumber: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4259303/bayi-baru-lahir-bisakah-terkena-kanker --

 

Jakarta - Angka anak yang melakukan imunisasi di Aceh masih terendah di Indonesia. Berdasarkan data terakhir per 10 September 2018 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, baru sekitar 4.94 persen anak atau sejumlah 76.461 anak yang melaksanakan vaksinasi MR di Aceh.

Menambah peliknya urusan vaksin MR, Aceh kini juga tengah melakukan penundaan terhadap vaksin MR yang menggunakan vaksin buatan Serum Institute of India (SII) belum memakai bahan halal. Ini tidak membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) diam, Ketua Umum MUI, Ma'ruf Amin, menyebutkan pihaknya akan berupaya sebisa mungkin membuka dialog dengan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengenai vaksin MR.

"Karena Aceh punya undang-undang otonomi dia pakai nama MPU, nanti kita akan ajak diskusi alasan menolak apa, kenapa menolak? Kalau bisa komisi fatwa akan kita kirim ke Aceh untuk berdiskusi membahas imunisasi dan kebolehan menggunakan vaksin MR, saya yakin enggak lama lagi akan selesai," kata KH Ma'ruf Amin.

Setelah mendengar paparan dari beberapa ahli tentang kedaruratan vaksin MR untuk masyarakat, maka MUI pun menekankan siap mendukung pemerintah dalam program imunisasi MR se-Indonesia.

"Kami sangat prihatin terhadap pencapaian imunisasi vaksin MR yang menurut dilaporkan baru mencapai 49 persen, karena itu menurut saya harus ada upaya maksimal melibatkan semua pihak, kami MUI sudah mengeluarkan dua fatwa, kami sekarang siap ikut terjun menyukseskan imunisasi rubella," tegasnya.


sumber: https://health.detik.com/

Page 1 of 15

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2


Fornas JKKI