08 December

Kesehatan Reproduksi Wanita

Written by 

Menjadi sehat merupakan harapan setiap orang, begitu pula wanita. Penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung, dan obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pada kehamilan maupun infertilitas. Sebanyak 45% kehamilan di Amerika serikat merupakan kehamilan yang tidak diinginkan, dan jumlahnya meningkat menjadi 75% pada remaja. Fakta lainnya, wanita usia 15-44 tahun di Amerika, 12%-nya mengalami kesulitan untuk hamil maupun mempertahankan kehamilannya. Berdasarkan fakta tersebut, CDC melakukan penelitian dan kerjasama untuk meningkatkan kesehatan wanita, meningkatkan kualitas pelayanan keluarga berencana, dan pelacakan hasil terapi fertilitas.

Sistem reproduksi wanita merupakan sistem tubuh yang sangat kompleks, maka diperlukan langkah untuk menjaga sistem ini dari infeksi dan cidera. Selain itu, perlu dilakukan juga pencegahan terhadap masalah yang mungkin terjadi pada sistem reproduksi wanita, termasuk masalah kesehatan jangka panjang. Menjaga sistem reproduksi sama halnya menjaga kesehatan diri, terutama saat kehamilan.

Penyakit Kronis Pada Wanita Usia Reproduktif

Peningkatan jumlah wanita usia reproduktif dengan penyakit kronis berhubungan erat dengan beberapa faktor risiko seperti obesitas dan konsumsi rokok. Faktor risiko ini dapat mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan, termasuk fertilitas, kehamilan, dan kondisi kelahiran bayi. Beberapa penelitian mengatakan jumlah kehamilan terkait morbiditas dan mortalitas pada ibu hamil dengan penyakit kronis akan semakin meningkat. Namun sebenarnya masih banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai intervensi untuk mencegah penyakit kronis pada wanita usia reproduktif. Sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup pada wanita.

Infertilitas

Merupakan suatu kondisi dimana seseorang tidak mampu menghasilkan keturunan setelah melakukan hubungan seksual rutin selama 1 tahun. Infertilitas maupun terapi untuk mengatasinya dapat membuat wanita stres, cemas, hingga depresi. Penyebab yang sering menjadi pemicu infertilitas adalah genetik, usia tua, penyakit kronis, infeksi, dan gaya hidup (meliputi merokok, konsumsi alkohol berlebih), dan paparan terhadap lingkungan yang berbahaya.

Salah satu teknologi terbaru yang bisa mengatasi infertilitas adalah Assisted Reproductive Therapy (ART)/ program bayi tabung. Meski demikian, banyak wanita yang menganggap hasil konsepsi dari ART ini memiliki beberapa risiko yang lebih tinggi seperti kelahiran prematur dan berat lahir yang rendah.

HIV

HIV masih menjadi masalah serius yang sering dijumpai pada pria maupun wanita utamanya dalam usia reproduktif. Pada wanita dengan HIV beberapa intervensi yang bisa dilakukan dari sisi kesehatan, antara lain:

  • Memberikan konseling dan dukungan terkait kesehatan sosial. Hal ini penting dilakukan utamanya pada remaja
  • Mempromosikan perilaku seksual yang aman dan sehat
  • Menyediakan pelayanan keluarga bencana dan terapi infertilitas
  • Menyediakan pelayanan ANC
  • Mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan sehingga meminimalkan aborsi yang tidak aman
  • Menyediakan pelayanan STI dan kanker serviks

Selain oleh petugas kesehatan, intervensi juga dibutuhkan dari lingkungan masyarakat serta pemerintah antara lain, berupa:

  • Dukungan psikososial
  • Kebiasaan berhubungan seksual yang aman dan sehat
  • Peningkatan taraf ekonomi masyarakat dan penyediaan akses pelayanan masyarakat
  • Intergrasi sistem pelayanan HIV antara petugas kesehatan dan masyarakat
  • Mencegah terjadinya kekerasan fisik, mental, dan seksual
  • Penerimaan sosial
  • Pemberdayaan komunitas
  • Kebijakan hukum dan politik yang mendukung masyarakat. 

Terkait hal-hal tersebut di atas, CDC melakukan pembiayaan terkait program pencegahan kehamilan pada usia remaja antara lain:

  1. Perjanjian kooperatif 1
    Pada perjanjian ini CD bekerjasama dengan office of adolescent health untuk membiayai 3 penerima hibah yang selanjutnya diawasi secara ketat untuk dievaluasi intervensi yang dilakukan  untuk pria berusia15-24 tahun. Harapannya dapat mengurangi risiko menjadi ayah dari anak yang lahir dari ibu yang berusia remaja.
  1. Perjanjian kooperatif 2
    Pada perjanjian ini dilakukan pendanaan pada 3 penerima hibah untuk meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan di masyarakat yang menyediakan layanan kesehatan reproduksi dan seksual yang ramah. Selain itu, untuk meningkatkan angka kunjungan remaja di fasilitas kesehatan yang ada, harapannya kesadaran remaja akan pentingnya hubungan seksual yang sehat dan aman meningkat.

Sumber:

Read 2661 times Last modified on Monday, 11 December 2017 02:40
Rate this item
(0 votes)

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2