Ilustrasi Ilustrasi google
30 November

Terapi ARV Sebagai Upaya Pencegahan Mother-To-Child Transmission

Written by 

Panduan tatalaksana terapi ARV untuk dewasa pertama kali dibuat oleh WHO pada  2002. Sedangkan penggunaan ARV untuk mencegah transmisi dari ibu ke anak pertama kali dilakukan pada  2004. Dari panduan yang sudah ada terus mengalami perubahan dan perkembangan dalam kurun waktu tertentu. Sejak  2013, terdapat pembaharuan dari panduan yang sudah ada, selanjutnya pada 2015 hingga 2016 WHO memperbarui panduan tatalaksana penggunaan terapi ARV. Harapannya  semakin banyak penggunaan ARV pada ibu hamil maupun menyusui dapat menurunkan angka transmisi HIV dari ibu ke anak. Sehingga taraf kesehatan ibu dan anak meningkat serta mortalitas ibu dan anak akan menurun.

Transmisi ibu ke anak (mother-to-child transmission) merupakan proses transmisi HIV dari ibu positif HIV kepada bayi selama kehamilan, saat persainan, maupun menyusui. Angka transmisi HIV ibu-anak mencapai 15-45% jika tidak dilakukan intervensi apapun. Angka transmisi ini dapat diturunkan hingga 5% jika dilakukan intervensi yang efektif selama kehamilan, saat persalinan, maupun saat menyusui.

Intervensi utama yang diberikan  terkait pemberian terapi antiretroviral (ARV) kepada ibu maupun bayi. Selain itu, diperlukan juga intervensi berupa pencegahan terjadinya HIV pada ibu hamil serta anjuran menyusui bagi ibu dengan HIV. Salah satu tujuan dari SDGs adalah mencegah transmisi HIV dari ibu ke anak dalam konteks meningkatkan kesehatan ibu dan anak. WHO bekerjasama dengan organisasi lainnya untuk pencegahan HIV, perawatan dan tatalaksana pada ibu hamil-ibu-dan bayi. Selain itu untuk mengembangkan strategi optimal dalam penanganan HIV sesuai dengan evidence-based. Harapannya kesehatan ibu dan anak akan semakin kuat dan meningkat.

WHO membuat panduan terbaru terkait tatalaksana pemberian terapi ARV berdasarkan derajat penyakitnya atau sesuai dengan CD4 count. Pendekatan ini pertama kali dilakukan oleh Malawi dan diadopsi oleh beberapa negara dengan angka infeksi HIV yang cukup tinggi. Sebagai hasilnya pada akhir  2014, 2/3 ibu hamil dengan HIV di Afrika telah mendapat terapi ARV.

Peningkatan penggunaan terapi ARV pada ibu hamil dengan HIV merupakan salah satu faktor pengukur keberhasilan rencana global dalam upaya eliminasi infeksi HIV baru di anak-anak pada  2015 dan tetap menjaga kesehatan/ kehidupan ibu. Periode 2009-2014, banyak negara menunjukkan penurunan angka infeksi HIV pada anak hingga 60%. Secara normatif, WHO bekerja dalam menentukan standar dan rekomendasi untuk pencegahan transmisi HIV dari ibu ke anak, bekerjasama dengan  Inter-Agency Task Team (IATT) dalam upaya melakukan eliminasi transmisi HIV dari ibu ke anak.

Berikut adalah ringkasan tatalaksana terapi ARV terbaru dari WHO:

image1 kia

image2 kia


SUMBER:

Read 107 times Last modified on Thursday, 30 November 2017 01:41
Rate this item
(0 votes)
Login to post comments

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran
Universitas Gadjah Mada


Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425

Email: unitpublikasi@gmail.com

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2