10 October

Pentingnya Peran Ibu dalam Tumbuh Kembang Anak

Written by 

Keluarga merupakan tempat pertama bagi anak untuk mendapatkan ilmu. Selain keluarga, faktor lingkungan juga berperan banyak dalam tahapan perkembangan anak. Keduanya memiliki dampak yang cukup besar terutama dalam pertumbuhan dan perkembangan keseluruhan aspek psikologis dan sosial (personalitas) anak. Lingkungan yang kondusif berperan penting dalam pembentukan kehidupan sosial anak. Keluarga khususnya orang tua berperan sebagai penentu pertama perkembangan mental, psikis, sosial, dan fisik dari anak sebelum ke lingkungan masyarakat. Dilihat dari intensitas interaksi dengan anak, mayoritas menyebutkan bahwa ibu memiliki peran yang lebih penting dalam pembentukan karakter dan tumbuh kembang anak. Seberapa pentingkah peran ibu dalam perkembangan anak?

Menurut WHO dalam Early Childhood: Development and Disability berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak:

  • Tingkat kemiskinan (Poverty)
  • Stigma dan diskriminasi masyarakat ataupun keluarga
  • Interaksi orang tua dan anak
  • Institutionalization (tata cara yang berlaku di negara atau tempat tinggal)
  • Kekerasan, pemanfaatan, eksploitasi, dan pengabaian pada anak
  • Humanitarian situation (situasi kemanusiaan yang ada di wilayah tempat tinggal)
  • Akses terhadap sarana dan prasarana yang terbatas

Demi tercapainya perkembangan anak yang optimal dibutuhkan peran pemerintah dalam membentuk kebijakan serta memaksimalkan pelayanan kesehatan serta sarana dan prasarana pendidikan yang dibutuhkan untuk menunjang tumbuh kembang anak. Selain itu, peran lingkungan dan keluarga khususnya orang tua sangatlah penting dalam membentuk fungsi sosial anak.

Peran ibu dalam mendidik anak, membentuk karakter, dan keberhasilan tumbuh kembang anak dinilai lebih besar dari pada ayah ataupun anggota keluarga lainnya. Hal ini disebutkan atas dasar asumsi bahwa ibu memiliki waktu tatap muka dengan anak relatif lebih banyak daripada anggota keluarga lainnya. Namun, dewasa ini dual carrier family semakin meningkat. Dimana ibu juga turut berperan dalam mencari nafkah, sehingga peran ibu dalam menstimulasi perkembangan anak akan berbeda dengan ibu yang tidak bekerja. Partisipasi ibu yang bekerja di Indonesia meningkat menjadi 47,24% pada 2010.

Peran merupakan perilaku/ sikap yang diharapkan sesuai dengan posisi/ fungsi sosial yang diberikan. Sebagai ibu selaiknya berperan sebagai pendidik pertama dan utama dalam tumbuh kembang anak. Pada penelitian yang dilakukan oleh Efa Imama, et.al tentang “Perbedaan Peran Ibu dalam Stimulasi Perkembangan Anak Usia Pra Sekolah pada Ibu Bekerja dan Tidak Bekerja di Wilayah Kerja Puskesmas Banyu Urip, Surabaya” didapatkan hasil bahwa, kelompok ibu yang bekerja mendapatkan hasil peran stimulasi perkembangan anak pra sekolah paling banyak pada hasil cukup, kemudian kurang, dan yang terkecil adalah hasil baik. Ibu yang bekerja paling sering melakukan stimulasi sosial dan kemandirian daripada perkembangan motorik halus dan bahasa. Hal ini disebabkan oleh ibu yang sibuk bekerja seringkali merasa lelah saat pulang ke rumah, sehingga akan sulit menemukan cara kreatif untuk berbagi keceriaan dengan anak termasuk di akhir pekan. Padahal hal-hal kecil yang tiap hari dilakukan oleh ibu yang tidak bekerja bersama dengan anaknya nyatanya memiliki dampak yang cukup besar dalam perkembangan dan komunikasi serta fungsi sosial bagi anak.

Sedangkan pada ibu yang tidak bekerja mendapatkan hasil baik dan cukup secara seimbang dan sangat sedikit yang hasilnya kurang dalam memenuhi perannya. Stimulasi perkembangan anak pra sekolah yang dilakukan oleh ibu yang tidak bekerja adalah sama/ seimbang antara stimulasi motorik, bahasa, sosial, ataupun kemandirian. Hal ini dapat terjadi karena ibu yang tidak bekerja memiliki waktu luang yang lebih banyak dihabiskan untuk berinteraksi dengan anaknya. Selain itu, hubungan emosional dan kedekatan antara ibu dan anak juga bisa terjalin.
Stimulasi yang dimaksud dalam perkembangan anak pra sekolah antara lain:

  • Menemani anak bermain
  • Melatih anak dengan berbagai permainan edukatif
  • Mengajari anak berbagai hal baru
  • Menemani anak dalam setiap kegiatan

Anak yang mendapatkan stimulasi lebih banyak dan berulang pada setiap aspek akan memberikan kesempatan pada anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

SUMBER:

 

Read 390 times Last modified on Tuesday, 31 October 2017 02:34
Rate this item
(0 votes)
Login to post comments

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran
Universitas Gadjah Mada


Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425

Email: unitpublikasi@gmail.com

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2