Pada akhir 2017, masyarakat dihebohkan oleh Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sampai dengan November 2017, ada 95 kabupaten/kota dari 20 provinsi melaporkan kasus penyakit ini. Di Jawa Barat, menurut situs Depkes, terdapat 13 kematian karena difteri, sedangkan di Banten mencapai 9 orang.

Angka kejadian difteri memang naik terus beberapa tahun belakangan ini. Pada 2016, menurut data Profil Kesehatan Indonesia, ada 415 kasus dengan jumlah kasus meninggal sebanyak 24 kasus. Tahun sebelumnya, tercatat ada 252 kasus difteri dan 5 di antaranya meninggal dunia.

JAKARTA – Indonesia dan Amerika Serikat memiliki program baru untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Program yang diberi nama Jalin akan dilaksanakan selama lima tahun (2015–2019) dengan dana USD 55 juta atau sekitar Rp 745,4 miliar untuk kelompok tidak mampu dan rentan di Indonesia. Terutama di daerah Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Indonesia Timur, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, dan Jawa Barat.

Improving maternal and child health has been one of the greatest global challenges, as recognized in the United Nations Sustainable Development Goals 2 and 3 for 2025.

These problems are not limited to low- and middle-income countries. The United States has been experiencing worsening trends in maternal mortality rates. In fact, the U.S. has the highest maternal mortality rate in the industrialized world, and about half of pregnancies in the U.S. are unplanned, with low spacing between births.

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2


Fornas JKKI