BENGKULU – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Sukamerindu, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu terus berupaya meningkatan pelayanan kesehatan bagi warganya.

Salah satu inovasi puskesmas ini adalah program Antenatal Care atau biasa disingkat ANC. Program ini bertujuan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi pada masa kehamilan.

TASIKMALAYA -- Kasus kematian ibu ketika proses persalinan Kabupaten Tasikmalaya mencapai angka 37 jiwa. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding 2016 yang mencapai 45 jiwa.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Ratih Tedjasukmana, mengatakan kematian para ibu diakibatkan berbagai jenis gangguan medis. Termasuk pula kasus pendarahan hingga meninggal dunia.

Angka kematian ibu masih cukup tinggi di Indonesia.

Angka kematian ibu di Indonesia pada 2016 mencapai 306 per 100 ribu kelahiran hidup. Angka ini dinilai masih cukup tinggi mengingat target MDG's atau Millennium Development Goals adalah 102 per 100 ribu kelahiran hidup.

Menurut dr. Nurlely Bethesda Sinaga, MPH selaku Praktisi Kesehatan Masyarakat, angka kematian ibu harus ditekan karena besarnya kerugian yang harus ditanggung. Menggunakan penelitian di China, perempuan yang akrab disapa Beth ini menjelaskan bahwa jika seorang ibu meninggal saat hamil atau pada saat proses persalinan, maka kerugian langsung yang harus ditanggung adalah 4119 dollar Amerika atau sekitar Rp 55 juta.

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2


Fornas JKKI