Jakarta, -- Campak dan gizi buruk kembali melanda anak-anak suku Asmat di Papua. Dalam empat bulan terakhir, ada 24 anak yang meninggal dunia. 

Oscar Primadi, Kepala Humas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membenarkan laporan tersebut. Menurutnya, imunisasi tak optimal di Asmat. Untuk itu ia mengimbau agar tiap warga melaksanakan imunisasi dengan lengkap dan benar. 

"Imunisasi harus dilakukan dengan teratur dan lengkap," tuturnya saat dihubungi pada Minggu (14/1). Di samping itu, ia juga berharap daerah punya semangat menggerakkan masyarakat untuk mengaktifkan kembali Posyandu.

Standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), suatu negara dikatakan mengalami stunting kronis jika prevalensinya di atas 20 persen.


Persoalan stunting atau kekurangan gizi yang ditandai tubuh pendek masih menghantui balita di Indonesia. Prevalensi atau proporsi penderita stuntingdibandingkan populasi di suatu wilayah dalam waktu tertentu tergolong kronis.

Berdasarkan Pemantauan Status Gizi (PSG) 2016, prevalensi stunting nasional mencapai 27,5 persen. Adapun berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), suatu negara dikatakan mengalami stunting kronis jika prevalensinya di atas 20 persen. 

Gempuran modernisasi di berbagai bidang turut mempengaruhi pola asuh para orangtua 'zaman now'. Salah satu, mereka merasa lebih nyaman membawa stroller ketika mengajak si kecil ke luar rumah ketimbang  menggendong, yang kerap dilakukan orangtua sebelumnya. 

Padahal menggendong memiliki beragam manfaat bagi orangtua dan bayi. Fakta inilah yang menjadi keprihatinan Wiena Pratasik untuk mengkampanyekan sekaligus mengedukasi kegiatan menggendong yang ternyata bermanfaat untuk kesehatan anak baik secara fisik, sosial dan emosional. 

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK)
Universitas Gadjah Mada

Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425

Email: unitpublikasi@gmail.com

Dies MMR & PKMK