Kesehatan Ibu & Anak

Kesehatan Ibu & Anak

Mikrobiota baik di dalam saluran cerna atau yang dikenal dengan probiotik berperan sangat penting dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang Si Kecil. Pertumbuhan dan aktivitas mikrobiota di dalam saluran cerna Si Kecil tersebut bisa ditingkatkan dengan zat nutrisi prebiotik yang baik seperti laktulosa.

Keberadaan probiotik di dalam saluran cerna sangat memengaruhi kesehatan saluran cerna Si Kecil. Selain itu, probiotik mempunyai dampak positif dalam jangka panjang terhadap kualitas tumbuh kembang Si Kecil. Berbagai penelitian membuktikan, adanya mikrobiota yang baik di dalam saluran cerna bisa mengurangi diare, nyeri perut, serta kolik dan dapat menurunkan insiden penyakit alergi serta infeksi.

Jakarta - Mendengar kata kanker pasti yang terlintas di benak kita adalah penyakit mematikan. Kebanyakan kanker menyerang orang dewasa, namun 3-5 persen menyerang anak-anak. 

Bagaimana dengan bayi baru lahir, apakah bisa terkena kanker? Dokter hematologi dan onkologi dari RS Dharmais, dr Marurul Aisyi, SpA(K) mengatakan bahwa bayi baru lahir bisa mengidap kanker, salah satunya leukemia kongenital.

Leukemia kongenital biasanya terdiagnosis pada masa 30 hari pertama kehidupan. Penyakit ini jarang sekali ditemukan, angka kejadiannya sekitar 1-5 per 1 juta kelahiran. Penyebabnya pun belum jelas diketahui.

"Hereditas dan genetik itu beda, faktanya hanya 10 persen yang merupakan penyakit keturunan. Faktor lingkungan dan genetik pada anak nggak begitu dominan," ujar dokter yang disapa Aisyi itu di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Selasa (16/10/2018).

Menurut dr Aisyi, pengobatan kanker pada bayi dan anak lebih mudah dilakukan dan disembuhkan dibandingkan orang dewasa. Hal ini disebabkan oleh struktur sel yang masih baik.

"Itulah respon pada terapi lebih bagus anak-anak. Kekacauan selnya belum seperti dewasa," tuturnya.


-- sumber: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4259303/bayi-baru-lahir-bisakah-terkena-kanker --

 

09 October

Pengumuman ABSTRAK Fornas KIA 2018

ORAL PRESENTASI

NO

NAMA

BAGIAN

JUDUL

1

Dominikus Raditya Atmaka, S.Gz., MPH

GIZI

Evaluasi Kebijakan Terkait Penanggulangan Pencemaran Logam Berat pada Air Minum dari Situ Cisanti Sebagai Hulu Sungai Citarum : Studi Pendahuluan

2

Indra fajarwati Ibnu

GIZI

Pola Asuh Pemberian Makanan Pendamping asi (mp-asi) pada Ibu Baduta di tanah Adat Kajang Ammatoa Kabupaten Bulukumba

3

Maesarah SKM.M.Kes

GIZI

Hubungan Pemberian Asi Ekslusif, Tingkat Pendidikan Ibu Dengan Status Gizi Balita Pada Beberapa Puskesmas Di Kabupaten Gorontalo

4

Rizti Medisa Aqsari

GIZI

Pesan Pola Makan Sehat: Apa yang Dibutuhkan Warga Usia Produktif di Kota Yogyakarta?

5

Sri Lestari Sp M.Kes

GIZI

Faktor Yang Berkorelasi Dengan Anemia Dan Stunting Sehingga Dapat Dibuat Model Intervensi Gizi

6

Demsa Simbolon

KB

Pemberdayaan Kader GErakan MAsyaRakat PedulI (GEMARI): Strategi Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Ibu Usia Remaja dalam Perencanaan Keluarga

7

Dinar Pandan Sari, MA

KB

Mengaktifkan Kekuatan Digital untuk Program Keluarga Berencana di Indonesia

8

Dwi Handono Sulistyo

KB

Pengembangan Model Integrasi Pemrograman, Perencanaan, Dan Penganggaran Kegiatan Kesehatan Ibu Dan Keluarga Berencana Berbasis Hak Di Tingkat Kabupaten

9

Yunita Wahyuningrum, S.Sos; MSi

KB

Abstrak-Faktor Penentu Sosial Pengguna IUD dan Implan

10

Nurholis Majid

KB

Balance Counselling Strategy Evaluation On Family Planning

11

Rakhmawati Agustina

KIA

Peran Suami Dalam Kesuksesan ASI Eksklusif Pada Ibu Bekerja : Studi Fenomenologi

12

Sitti Sudrani

KIA

Integrasi pelayanan IVA, IMS dan HIV di Puskesmas

13

Laili Fathiyah

KIA

Peranan Case Manager Maternal dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di RS Pelni

14

Mahindria Vici Virahayu

KIA

Pelanggaran hak asasi dalam pelayanan bidan di Indonesia

15

Nurhidayati

KIA

Program Pengawas Minum Obat (pmo) Tablet Darah TTDpada Ibu Hamil Dengan Pemberdayaan Suami/keluargadi Desa Sambelia Kab Lotim


Catatan: Peserta yang lolos ke tahap oral presentasi diharapkan dalam penyusunan makalah mengacu pada link berikut:  KLIK


POSTER

NO

NAMA

BAGIAN

JUDUL

1

Nor Eka Noviani, S.Gz, M.PH

GIZI

Anemia Ibu Hamil di Layanan  Konsultasi Gizi Puskesmas Prambanan, Sleman

2

Vivi Silawati

GIZI

Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Ibu Hamil Yang Mengalami Kek Di Uptd Puskesmas Tongauna Kab. Konawe Tahun 2018

3

Evie Soviyati STIKes Kuningan

GIZI

Hubungan Pengetahuan Makanan Cepat Saji (fast Food) Dengan Kejadian Dismenorhoe Pada Siswi Kelas Vii Di Smpn 2 Jalaksana Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan Tahun 2018

4

Ariefitri Mochamad Subur

KB

Penguatan Mitra Lini Lapangan Menggunakan Alat Bantu Digital untuk Penjangkauan Keluarga Berencana

5

Siti Nunung Nurjannah, SST.,MKM

KB

Optimalisasi Program Kampung Keluarga Berencana (kb) Terhadap Peningkatan Cakupan Penggunaan Alat Kontrasepsi Di Kabupaten Kuningan Tahun 2017

6

Yunita Wahyuningrum S.Sos; MSi

KB

Advokasi berbasis bukti untuk meningkatkan akses pada ragam metode kontrasepsi di Indonesia

7

Yufan Putri Astrini

KB

Evaluasi Perencanaan Program Melalui Pendekatan Proyeksi dan Modelling

8

Fahrurrajib

KIA

Intervensi Kesehatan Seksual dan Reproduksi dan Niat Penggunaan Kondom pada Remaja-converted

9

Khori Halimah

KIA

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kehamilan Resiko Tinggi Di Puskesmas Halmahera

10

Muhammad Ardian

KIA

Intervensi Antenatal Care Melalui Model Evaluasi Cipp (context, Input, Process Dan Product) Di Rumah Sakit Kota Surabaya

11

Mukhlissul Faatih

KIA

Rekomendasi Kebijakan Tahun 2018Rekomendasi Kebijakan Tahun 2018Alat Pengukur Hemoglobin di Puskesmas dan jaringannya

12

Prima Oktaviani Hapsari Dkk

KIA

Peran Posyandu Remaja Dalam Penanggulangan Anemia Pada Remaja Putri

13

Ratnawati

KIA

Gambaran Keyakinan, Sikap Dan Perilaku Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan Terhadap Imunisasi Measles Rubella

14

Sri Maya Guswahyuni

KIA

Model Kemitraan Bidan Desa Dengan Rumah Bersalin Budi Setia Kota Sungai Penuh

15

Tri Murti, SKM., MSc

KIA

Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Oralit

16

Sri Wahyuni

KIA

Kelas Ibu Menyusui Sebagai Upaya Menuju Cakupan Asi Eksklusif 80% di Kabupaten Banjarnegara

17

Sri Wahyuni

KIA

One  Client One Kader (oceoke)  Sebagai  Upaya Menurunkan Angka Kematian Ibu di Kabupaten Banjarnegara

18

Rizki Alfajar

KIA

Manajemen Penanganan Kehamilan Pada Trimester Awal Dengan Penyakit Jantung Bawaan

19

Herman Supriadi

KIA

ABSTRAK grave disease IUFD jogja

20

Sri Wahyuni

KIA

Upaya Penurunan Angka BBLR Dengan Upaya Penurunan Angka BBLR dengan Program Ngopeni Ibu Hamil KEK dan Anemi Plus  (Propeni Plus) di Kabupaten Banjarnegara

21

Swasti Sempulur -Div SIK

KIA

Pengembangan Model Program Kesehatan Masyarakat Dengan Pendekatan Struktur

22

Azizah  Djailani

KIA

Pengaruh Acceptence Comitment Therapy (ACT) Terhadap Penurunan Depresi Postpartum Pada Ibu Primipara

23

Nie Ketut Lit Armini

KIA

Dukungan Suami dan Status Gizi Wanita Pasangan Usia Subur Akseptor Kontrasepsi PIL di Suarabaya

24

Titik Kuntari

KIA

Susu Formula Itu Tidak Merepotkan dan Mudah Diperoleh

25

Indar fajarwati Ibnu

KIA

Edukasi Kesehatan Dengan Metode Emotional Demontration

26

Lisa Djafar

KIA

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Cakupan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ( STBM ) Puskesmas Se Kabupaten Gorontalo

27

Deysi Adam

KIA

Karakteristik Ibu Yang Melahirkan Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah di Puskesmas Global Telaga Kabupaten Gorontalo

Jakarta - Angka anak yang melakukan imunisasi di Aceh masih terendah di Indonesia. Berdasarkan data terakhir per 10 September 2018 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, baru sekitar 4.94 persen anak atau sejumlah 76.461 anak yang melaksanakan vaksinasi MR di Aceh.

Menambah peliknya urusan vaksin MR, Aceh kini juga tengah melakukan penundaan terhadap vaksin MR yang menggunakan vaksin buatan Serum Institute of India (SII) belum memakai bahan halal. Ini tidak membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) diam, Ketua Umum MUI, Ma'ruf Amin, menyebutkan pihaknya akan berupaya sebisa mungkin membuka dialog dengan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengenai vaksin MR.

"Karena Aceh punya undang-undang otonomi dia pakai nama MPU, nanti kita akan ajak diskusi alasan menolak apa, kenapa menolak? Kalau bisa komisi fatwa akan kita kirim ke Aceh untuk berdiskusi membahas imunisasi dan kebolehan menggunakan vaksin MR, saya yakin enggak lama lagi akan selesai," kata KH Ma'ruf Amin.

Setelah mendengar paparan dari beberapa ahli tentang kedaruratan vaksin MR untuk masyarakat, maka MUI pun menekankan siap mendukung pemerintah dalam program imunisasi MR se-Indonesia.

"Kami sangat prihatin terhadap pencapaian imunisasi vaksin MR yang menurut dilaporkan baru mencapai 49 persen, karena itu menurut saya harus ada upaya maksimal melibatkan semua pihak, kami MUI sudah mengeluarkan dua fatwa, kami sekarang siap ikut terjun menyukseskan imunisasi rubella," tegasnya.


sumber: https://health.detik.com/

Jakarta - Kalau selama ini rokok sering dilihat sebagai penyebab berbagai penyakit, para peneliti dari Universitas Indonesia melihat aspek lain. Siapa sangka kalau produk tembakau satu ini ternyata juga secara tidak langsung bisa berkontribusi terhadap tinggi rata-rata anak Indonesia.

Teguh Dartanto dari Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS UI) mengatakan bahwa perilaku konsumsi rokok orang tua akan memengaruhi kualitas makanan anak-anaknya. Hal ini berlaku terutama pada keluarga kelas ekonomi menengah ke bawah di mana anggaran belanja rumah tangganya terbatas.

Page 1 of 32

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2


Fornas JKKI