Ilustrasi Ilustrasi (Foto: Pexels)
30 January

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia Masih Tinggi

Written by 

IBU merupakan wanita yang yang sangat berjasa dan berperan penting bagi keberlangsungan hidup seorang anak. Sejak kelahiran, seorang anak hingga dewasa masih membutuhkan peran ibu dalam hidupnya.

Namun, saat melahirkan terkadang seorang ibu tidak bisa diselamatkan nyawanya. Beruntung jika anaknya bisa diselamatkan dan malang bagi sang ayah jika keduanya tidak bisa bertahan dari perjuangan dalam proses kelahiran.

Menurut WHO kematian ibu adalah kematian selama masa kehamilan atau dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, akibat semua sebab yang terkait dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya, tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan atau cedera. Di Indonesia sendiri, angka kematian ibu masih cukup tinggi.

 

Seperti yang tertulis dalam Infodatin Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, angka kematian ibu mencapai angka 359 per 100 ribu kelahiran hidup. Meskipun cukup tinggi, tapi angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan data survei yang didapat dari SDKI tahun 1991, sebesar 390 per 100ribu kelahiran hidup.

Kemudian, masih dari sumber yang sama, pemerintah memiliki target global Millenium Development Goals (MDGs) ke-5 menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 102 per 100 ribu kelahiran hidup pada 2015. Di sisi lain, penyebab tingginya angka kematian ibu yang terjadi pada 2010-2013 masih tetap sama, yaitu perdarahan. Sementara penyebab lainnya yang cukup besar merupakan penyakit yang diderita ibu semasa kehamilan, seperti penyakit kanker, ginjal, jantung, tuberculosis atau penyakit lainnya.

Selain kematian ibu, kematian bayi juga jadi perhatian pemerintah dan tidak boleh disepelekan oleh orangtua atau calon orangtua. Pasalnya, keadaan bayi hingga usia kurang satu bulan merupakan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan paling tinggi dan berbagai masalah bisa muncul.

Pada 2015 angka kematian bayi di Indonesia cukup rendah dan dari tahun-tahun sebelumnya telah berkurang secara signifikan. Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 2015 menunjukkan Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 22,23 per 1000 kelahiran hidup, yang artinya sudah mencapai target MDG 2015, yang ditargetkan 23 per 1.000 kelahiran hidup.

Hal di atas bisa dilihat dari adanya cakupan Kunjungan Neonatal Pertama (KN 1), yang merupakan indikator yang menggambarkan upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko kematian pada periode neonatal, yaitu 6-48 jam setelah dilahirkan. Pada 2015 capaian KN 1 sebesar 83,67 persen. Namun, di tahun setelahnya angka tersebut semakin tinggi, yaitu 91,14 persen pada 2016.


-- https://lifestyle.okezone.com --

Read 1950 times Last modified on Tuesday, 30 January 2018 01:17
Rate this item
(0 votes)
Login to post comments

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK)
Universitas Gadjah Mada

Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425

Email: unitpublikasi@gmail.com

Dies MMR & PKMK