Ilustrasi Ilustrasi Foto: Google
27 December

Rp 745 Miliar untuk Kurangi Kematian Ibu

Written by 

JAKARTA – Indonesia dan Amerika Serikat memiliki program baru untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Program yang diberi nama Jalin akan dilaksanakan selama lima tahun (2015–2019) dengan dana USD 55 juta atau sekitar Rp 745,4 miliar untuk kelompok tidak mampu dan rentan di Indonesia. Terutama di daerah Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Indonesia Timur, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, dan Jawa Barat.

Pelaksana Tugas Duta Besar AS Kimberly Kelly mengatakan, Amerika Serikat bangga mengumumkan satu kemitraan baru dengan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi baru lahir.

Kerja sama itu akan memobilisasi pembiayaan publik dan swasta untuk menyediakan pelayanan kesehatan dan solusi untuk ibu dan bayi baru lahir yang cepat, efisien, dan berkualitas tinggi. “Dengan memastikan bahwa ibu dan bayi baru lahir sehat, kita memperkuat keluarga dan membangun masyarakat yang lebih tangguh dan sejahtera,” kata Kelly.

Melalui Jalin, Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta.

“Jalin akan membantu meningkatkan efisiensi dan keefektifan sistem rujukan medis dan bekerja sama dengan para profesional kesehatan di sektor publik maupun swasta, penyedia jasa asuransi, dan penyusun kebijakan agar lebih responsif terhadap keperluan pasien,” ujar Oscar Primadi, kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kemenkes. Pada 2017–2019, Jalin akan mengimplementasikan kegiatan dengan dana hingga USD 32 juta di enam provinsi.

Lebih lanjut Oscar mengatakan, untuk menurunkan kematian ibu dan bayi baru lahir, koordinasi antara organisasi profesi, akademisi, masyarakat, dan sektor swasta memainkan peran penting. “Kemenkes berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan masyarakat yang sehat dan sejahtera,” katanya.

Penurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional pada 2015–2019. Dengan anggaran Rp 745,4 miliar itu diharapkan bisa memecahkan masalah tersebut.

Dikatakan, pemerintah juga berkomitmen untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan khususnya kesehatan ibu dan bayi baru lahir pada 2030. “Meskipun Pemerintah Indonesia telah mencapai kemajuan yang signifikan selama 20 tahun terakhir, tapi target penurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir masih perlu dicapai,” ujarnya.

Berdasar survei antarsensus 2015, 305 ibu meninggal per 100 ribu kelahiran hidup. Sementara itu, dari survei demografi kesehatan Indonesia pada 2012, 19 bayi baru lahir meninggal per 1.000 kelahiran hidup. Target pemerintah adalah menurunkan angka kematian ibu hingga 70 per 100 ribu kelahiran hidup dan 12 kematian bayi baru lahir per 1.000 kelahiran hidup.

--http://kaltim.prokal.co --

Read 196 times
Rate this item
(0 votes)
Login to post comments

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran
Universitas Gadjah Mada


Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425

Email: unitpublikasi@gmail.com

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2