Ilustrasi Tindik Bayi Ilustrasi Tindik Bayi Foto: Google
24 July

Amankah Menindik Telinga Bayi?

Written by 

Menindik telinga bayi perempuan adalah hal yang biasa dilakukan orangtua di Indonesia. Salah satu tujuannya adalah memberi identitas bayi perempuan dengan memakaikan anting kecil.

Berbeda halnya dengan di Amerika Serikat, yang prosedur pendindikan telinga sering dikaitkan dengan tindakan kosmetik. Tindakan ini juga pro dan kontra, sebagian menganggapnya tidak perlu karena bisa berbahaya untuk bayi.

Misalnya saja ketika selebgram Kylie Jenner mengunggah video putrinya, Stormi yang baru saja ditindik kupingnya dan diberi anting. Beragam komentar masuk dan menuduh Jenner telah merebut hak putrinya yang baru berusia 5 bulan itu.

Menurut netizen, Stormi, berhak memutuskan apakah ia ingin memakai perhiasan atau tidak.

Para ahli dari The American Academy of Pediatrics memang menyarankan agar tindakan tindik telinga dilakukan saat anak sudah cukup besar, ketika mereka sudah bisa menjaga kesehatannya.

Namun, secara umum tidak ada larangan untuk melakukan tindik telinga bayi.

“Tidak ada usia yang pasti untuk menindik telinga. Asalkan dilakukan dengan hati-hati dan diperhatikan secara sadar, maka itu bukan masalah” kata Dr. Corey Wasserman, dokter anak di Weill Cornell Medicine dan New York-Presbyterian. Walau demikian, menurutnya ada beberapa risiko menindik telinga bayi, terutama pada bayi berusia kurang dari 3 bulan yang sistem kekebalan tubuhnya masih lemah.

"Infeksi pada bayi adalah kekhawatiran utama," kata Wasserman.

Kemungkinan risiko infeksi terjadi sebesar 24 persen dari semua prosedur penindikan telinga. Itu sebabnya penindikan harus dilakukan di rumah sakit sehingga higienitasnya terjaga.

Risiko lainnya saat melakukan tindik telinga pada bayi adalah reaksi alergi terhadap logam atau perhiasan yang dipasangkan.

Bahkan, ini bisa menyebabkan pembentukan jaringan parut atau bekas luka.

Pada beberapa kasus, anting-anting yang terlalu ketat, kata Wasserman, menyebabkan kulit tumbuh berlebih pada bagian belakang anting, yang memerlukan prosedur bedah untuk menghilangkannya.

Infeksi dan pertumbuhan kulit yang berlebihan memang bisa dicegah dengan perawatan yang tepat.

Tapi, alergi dan pembentukan jaringan parut sangat susah dikendalikan.

"Pastikan untuk merawatnya secara tepat dengan salep, alkohol dan antibiotik," kata Wasserman.


-- https://lifestyle.kompas.com/ --

Read 255 times
Rate this item
(0 votes)

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2


Fornas JKKI