Anak-anak di negara Kongo menanti bantuan makanan. Anak-anak di negara Kongo menanti bantuan makanan. [Istimewa]
15 May

400.000 Anak Terancam Mati Kelaparan di Kongo

Written by 

[KINSHASA] Badan Anak-anak Perserikatan Bangsa-bangsa (UNICEF), Jumat (11/5), memperingatkan lebih dari 400.000 anak terancam mati kelaparan di Republik Demokratik Kongo sekalipun upaya bantuan kemanusiaan telah dilakukan. UNICEF menyerukan tindakan secepatnya untuk menghentikan kekerasan terhadap anak-anak, memastikan akses layanan penting bagi anak-anak di bawah umur, dan memberi dukungan bagi bantuan kemanusiaan berkelanjutan.

Pertempuran antara pasukan pemerintah dan milisi kawasan di Provinsi Kasai, pusat Kongo, telah menciptakan badai kemiskinan, kekurangan, dan konflik untuk sebagian besar anak-anak yang paling rentan. Berdasarkan PBB, sekitar 1,3 juta orang di Kasai dipaksa meninggalkan rumahnya setelah pertempuran terjadi di kawasan karena sengketa kekuasaan antara pemimpin setempat dan otoritas pemerintah, Agustus 2016.

UNICEF memperkirakan sebagai hasil dari pemindahan, yaitu ribuan keluarga melarikan diri ke pedesaan tanpa persediaan makanan dan air yang memadai, sehingga ratusan ribu anak kini menghadapi kekurangan gizi akut.

"Kabar baiknya adalah di Kasai kekerasan sudah menurun, tapi apa yang kita lihat di sana keluarga-keluarga kembali dari semak-semak dengan anak-anak, dan kondisinya mengerikan," kata juru bicara UNICEF Christophe Boulierac.

Dia menjelaskan perkiraan 770.000 anak menderita gizi buruk akut termasuk 400.000 anak menderita gizi buruk akut parah di ambang kematian. Bencana kelaparan itu diperparah dengan kondisi sebagian Kongo, salah satu negara termiskin di dunia, yang dilanda konflik antarmasyarakat, sera bentrokan antara pejuang anti-pemerintah dan pasukan yang setia kepada Presiden Joseph Kabila dalam beberapa tahun ini.

Sejak Desember lalu, setidaknya 70.000 orang telah melarikan diri dari kawasan timur negara itu ke kamp-kamp pengungsi di negara tetangga Uganda. Sementara itu, di ibu kota Kinshasa, telah diguncang aksi protes mematikan untuk menuntut mundur Kabila.

Partai-partai oposisi utama Kongo menyebit Kabila kehilangan seluruh hak hukum dan legitimasi setelah jatuh untuk mundur pada 2016 saat masa jabatannya sebagai presiden berakhir. Kabila telah menyatakan pemilihan untuk jabatan itu, yang awalnya pada Novber 2016 akan diadakan pada Desember.

Boulierac mengatakan di samping menghadapi sejumlah kesulitan, pemerintahan Kabila harus memimpin tanggapan atas krisis yang terjadi di Kasai. "Kita perlu bereaksi secepatnya untuk menanggapi kebutuhan nutrisi. Di UNICEF, kita kadang-kafang menyatakan anak-anak mungkin meninggal jika kita tidak melakukan apa-apa, tapi dalam kasus di Kasai anak-anak seksrst dan sudah meninggal," kata Boulierac yang sempat mengunjungi kawasan Kongo bulan lalu.

"Ini adalah tragedi yang nyata," tambahnya.

UNICEF telah menyerukan bantuan sebesar US$ 88 juta untuk mengatasi krisis tersebut, menambahkan bahwa 3,8 juta orang di kawasan Kasai membutuhkan bantuan kemanusiaan. Organisasi itu mengharapkan kehadiran pejabat pemerintah Kongo saat pemaparan laporannya.


-- http://sp.beritasatu.com/home/400000-anak-terancam-mati-kelaparan-di-kongo/124111 --

Read 128 times
Rate this item
(0 votes)

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2