Psikolog Elizabeth Santosa berkali-kali mengingatkan bahwa pra remaja dan masa remaja adalah usia krusial bagi anak, terutama menyangkut ketertarikan dengan lawan jenis. Dikutip dari forum Sahabat Keluarga Kemendikbud, psikolog yang akrab disapa Lizzie ini menyebut masa remaja adalah "masa badai". Masa di mana mereka mengalami transisi hormonal yang kerap bikin labil. Badan sudah besar tapi masih seperti anak-anak, merasa diri dewasa tapi tidak punya tempat. Agar siap menghadapi masa seperti ini, anak harus selalu didampingi dan mendapat pendidikan seks sejak dini. Kapan tepatnya? Sejak balita!

Sejak balita ”Yang perlu ditekankan adalah pendidikan seks itu penting sepanjang usia. Karena setiap perkembangan usia kita ada tahapan-tahapannya; dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Memangnya dewasa masih perlu juga? Jawabannya ya, karena sebagian pasangan menikah tidak bahagia ternyata karena pendidikan seksnya kurang. Apalagi seks adalah salah satu kunci sukses harmonisnya keluarga juga,” ungkap Lizzie.

Bagi pasangan yang baru menikah, masa kehamilan boleh jadi yang paling dinanti-nanti. Terang saja, Anda sebentar lagi punya tanggung jawab baru; menjadi orang tua.

Tak ayal, masa kehamilan seringkali membuat calon ibu dan ayah ini mengalami fase perubahan emosional dalam hidupnya. Umumnya menjadi semakin dewasa, adapula yang sedikit was-was.

Namun rupanya ada sebagian orang yang benar-benar ketakutan dengan masa kehamilan. Alih-alih menjadi pengalaman yang menyenangkan, masa kehamilan justru dianggap menghawatirkan.

Ya. Ini adalah fobia nyata, yang dikenal sebagai Tokophobia. Sebuah ketakutan patologis yang muncul dalam dua kategori, primer dan sekunder.

Tokophobia primer merujuk pada perempuan yang tidak pernah melahirkan, tetapi mengembangkan rasa takut melihat proses kehamilan dan melahirkan. Efek Tokophobia primer bahkan disandingkan setara dengan gejala Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Jakarta - Masa kehamilan merupakan masa krusial bagi Bunda. Sebab, Bunda harus memastikan kesehatan untuk dua jiwa sekaligus, baik itu kesehatan Bunda sendiri maupun janin. Maka saat hamil, Bunda dianjurkan mengonsumsi nutrisi tambahan selain asupan sehari-hari.

Biasanya, nutrisi tambahan itu bisa didapat dengan mudah dan lebih praktis melalui konsumsi suplemen. Namun amankah mengonsumsi suplemen bagi ibu hamil?

Multivitamin atau suplemen sebenarnya aman bagi ibu hamil, asalkan mengandung nutrisi esensial untuk perkembangan bayi dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Pasalnya, 1.000 hari pertama kehidupan merupakan periode percepatan tumbuh kembang yang dimulai sejak terbentuknya janin hingga anak berusia dua tahun.

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada

Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425 | Email: unitpublikasi@gmail.com

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2