Peserta ASM Pokja KIA sedang mendengarnya pemaparan materi. Peserta ASM Pokja KIA sedang mendengarnya pemaparan materi. Dokumentasi PKMK
09 April

Reportase ASM 2018: Kepemimpinan Kolektif Untuk Menunjang Keberhasilan Zero Maternal And Neonatal Mortality

Written by 

Yogyakarta, 4 April 2018 [kesehetan-ibuanak] -Tingginya angka kematian ibu dan neonatal di Indonesia menjadi isu kunci dalam pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Saat ini, kasus kematian tidak terjadi di rumah atau di fasilitas kesehatan tingkat primer, namun yang terjadi adalah banyaknya kematian di rumah sakit. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya akses menuju ke fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut sudah cukup baik. Dalam pembukaan seminar pada  hari pertama, Prof.dr.Laksono Trisnantoro, MSc, PhD menekankan pentingnya kepemimpinan kolektif dan tata kelola dalam pelayanan KIA dimana tenaga medis terutama dokter spesialis obsgyn dan spesialis anak, harus menjadi pelaku utamanya. Laksono berharap output dari kegiatan ini adalah munculnya usulan Plan of Action (PoA) dari peserta untuk mendukung strategi tepat dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Pada sesi diskusi panel yang dimoderatori oleh Andriani Yulianti, SE, MPH, tiga narasumber membahas bagaimana upaya-upaya yang perlu diperbaiki untuk mendukung pelayanan KIA. Berdasarkan survei, diperkirakan dua ibu dan delapan bayi baru lahir meninggal setiap jam di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh dr.Eni Gustina, MPH selaku Direktur Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan. Eni mengharapkan kabupaten/kota aktif menganalisa permasalahan kematian ibu dan melaporkan data kematian yang lebih akurat.  Tingginya angka kematian ibu menunjukkan sistem yang dibangun untuk pelayanan KIA masih kurang baik. dr.Rukmono, M.Kes, Sp.OG (K) mengajak peserta merefleksikan dirinya sendiri, apakah andil yang dapat diberikan dan bagaimana bisa menjadi pembelajar yang dapat memperbaiki kesalahan. Rukmono menjelaskan bahwa dalam sistem manajemen RS, bukan lagi metode “plan and control” tetapi sebaiknya bergeser menjadi “sense and respons” dan tentunya mengedepankan patient-centered. Dalam pengelolaan pelayanan KIA, tentu saja melibatkan berbagai profesi di dalamnya.  Heni sebagai perwakilan dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) DIY, berbagi pengetahuan dan pengalamannya mengenai Interprofessional Collaboration (IPC). Salah satu yang diharapkan agar lebih baik adalah Interprofessional Education (IPE) yang seharusnya diajarkan sejak pendidikan, sehingga saat di lapangan, tenaga kesehatan dapat berkolaborasi dengan baik.

Pada sesi berikutnya, dr.Gandhes Retno Rahayu, M.Med.Ed., PhD memaparkan bagaimana menjadi organisasi pembelajar. Budaya yang harus dibangun adalah open culture dimana organisasi itu mau mengakui kesalahan, menerima umpan balik yang konstruktif, serta mencari akar permasalahan dan memperbaikinya. Selanjutnya, masih berkaitan dengan organisasi pembelajar, Prof. dr. Moh. Hakimi, Ph.D, Sp.OG (K) menjelaskan tentang Strategic Leadership and Learning Organization (SLLO). Menjadi organisasi pembelajar memang tidak mudah, tapi hal ini diperlukan di fasilitas kesehatan untuk memperbaiki pelayanannya dalam visi zero maternal and neonatal mortality.

Diskusi terakhir yang dipimpin oleh dr. Hanevi Djasri, MARS membahas mengenai leadership baik dari sisi regulator, yang diwakili oleh dr. Arida Oetami, M.Kes sebagai mantan Kadinkes DIY dan dari perspektif klinisi yang diwakili oleh dr. Ekawati L. Haksari, MPH, Sp.A(K). Sesi ini sangat menarik karena masing-masing narasumber berbagi pengalamannya dalam menjadi leader untuk pelayanan KIA. Berbagai inovasi dibahas, salah satunya adalah inovasi yang dijelaskan oleh peserta dari Kulon Progo dimana mereka memiliki WA grup khusus kegawatdaruratan ibu dan anak yang melibatkan tenaga medis serta stakeholder terkait dan terbukti berjalan dengan efektif.  Acara yang diadakan di Ruang Teater Perpustakaan FK KMK UGM berakhir pada pukul empat sore dan dilanjutkan dengan workshop keesokan harinya.(Reporter: dr. Novika Handayani)


 GALERI FOTO KEGIATAN

Read 249 times Last modified on Wednesday, 11 April 2018 06:27
Rate this item
(0 votes)
Login to post comments

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK)
Universitas Gadjah Mada

Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425

Email: unitpublikasi@gmail.com

Dies MMR & PKMK