Tingkat kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kualitas pelayanan dari tenaga kesehatan itu sendiri. Kualitas pelayanan kesehatan antar daerah masih menemui banyak perbedaan. Perbedaan kualitas pelayanan secara tidak langsung dipengaruhi oleh kurangnya panduan/ guideline yang seragam antar daerah. WHO membuat panduan terbaru untuk kesehatan ibu yang berisi tentang intervensi kesehatan yang bisa diberikan pada ibu hamil dan perilaku hidup sehat apa yang harus dilakukan oleh ibu hamil maupun bayinya setelah persalinan.

Menjadi sehat merupakan harapan setiap orang, begitu pula wanita. Penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung, dan obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pada kehamilan maupun infertilitas. Sebanyak 45% kehamilan di Amerika serikat merupakan kehamilan yang tidak diinginkan, dan jumlahnya meningkat menjadi 75% pada remaja. Fakta lainnya, wanita usia 15-44 tahun di Amerika, 12%-nya mengalami kesulitan untuk hamil maupun mempertahankan kehamilannya. Berdasarkan fakta tersebut, CDC melakukan penelitian dan kerjasama untuk meningkatkan kesehatan wanita, meningkatkan kualitas pelayanan keluarga berencana, dan pelacakan hasil terapi fertilitas.

Panduan tatalaksana terapi ARV untuk dewasa pertama kali dibuat oleh WHO pada  2002. Sedangkan penggunaan ARV untuk mencegah transmisi dari ibu ke anak pertama kali dilakukan pada  2004. Dari panduan yang sudah ada terus mengalami perubahan dan perkembangan dalam kurun waktu tertentu. Sejak  2013, terdapat pembaharuan dari panduan yang sudah ada, selanjutnya pada 2015 hingga 2016 WHO memperbarui panduan tatalaksana penggunaan terapi ARV. Harapannya  semakin banyak penggunaan ARV pada ibu hamil maupun menyusui dapat menurunkan angka transmisi HIV dari ibu ke anak. Sehingga taraf kesehatan ibu dan anak meningkat serta mortalitas ibu dan anak akan menurun.

Ante Natal Care (ANC) merupakan salah satu layanan kesehatan yang penting bagi ibu hamil. ANC dapat berperan dalam mendeteksi dan mengurangi faktor risiko sedini mungkin pada ibu maupun janin. Di Etiopia, penurunan angka mortalitas ibu pada  1990-2013 sebanyak 5%. Meski demikian, jumlah kunjungan ANC ibu hamil di negara tersebut hanya 32%. Hal ini menunjukkan rendahnya kunjungan ANC secara tidak langsung juga mempengaruhi peningkatan angka mortalitas ibu. Berbagai hal berpengaruh baik minat maupun kesadaran ibu untuk melakukan ANC, salah satunya adalah kualitas ANC itu sendiri. Bagaimanakah pengaruh kualitas ANC di beberapa negara Afrika? Apa saja upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan angka kunjungan ANC di beberapa negara Afrika?

Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga merupakan program yang diselenggarakan oleh KEMENKES RI untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berperilaku sehat, hidup dalam lingkungan yang sehat, serta sadar akan pentingnya kesehatan. Program ini diharapkan juga mampu menyiasati permasalahan akses ke pelayanan kesehatan yang masih sulit dijangkau di beberapa tempat. Program ini merupakan program lanjutan dari adanya program kunjungan Puskesmas yang telah dilaksanakan sebelumnya. Bertepatan dengan hari kesehatan nasional ke-53 pada 12 November 2017 ini, pemerintah juga meluncurkan gerakan masyarakat hidup  sehat (GERMAS) untuk dapat mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat dengan adanya kerjasama dari berbagai sektor.

Page 1 of 2

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK)
Universitas Gadjah Mada

Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425

Email: unitpublikasi@gmail.com

Dies MMR & PKMK