24 October

Mencuci tangan, Pentingkah?

Written by 

Ribuan penduduk kehilangan nyawanya karena infeksi selama masa perawatan di rumah sakit. Salah satu media penyebaran infeksi adalah tangan manusia. Jutaan penduduk setiap harinya berjabat tangan dan berinteraksi satu sama lain dengan sentuhan, untuk itu sangat penting dalam menjaga kebersihan tangan sebagai salah satu upaya pemutusan rantai persebaran infeksi. Infeksi tidak hanya disebarkan oleh pasien saja, melainkan juga oleh keluarga pasien, pengunjung pasien, tenaga kesehatan, dan segala hal yang kontak dengan pasien. WHO dan Kemenkes RI telah membuat panduan cuci tangan sebagai upaya penurunan angka kematian akibat infeksi.

Berbagai macam - macam bakteri bisa tertularkan melalui tangan kita. Bakteri bisa menempel pada tangan melalui berbagai cara seperti, saat kita menggunakan toilet umum, mengganti popok bayi, atau mengolah daging mentah yang secara tidak kita sadari terdapat kotoran hewan yang tek terlihat. Selain itu bakteri juga bisa kita dapatkan dengan cara memegang alat yang terkontaminasi oleh bakteri/ virus akibat paparan batuk seseorang. Jika hal ini terus berlanjut, dibantu dengan berjabat tangan dan tidak adanya kesadaran untuk mencuci tangan maka jutaan bakteri akan tersebar dengan mudah dan lebih berpotensi menimbulkan penyakit.

Mencuci tangan memiliki peran yang cukup signifikan dalam menurunkan terjadinya infeksi. Melalui cuci tangan angka kejadian diare turun sebanyak 31% dan mencapai 58% pada penderita diare dengan penurunan system imun. Pada penyakit respirasi seperti cold menurun sebanyak 16-21% dengan adanya kesadaran mencuci tangan.

Mencuci tangan tidak hanya bisa dilakukan dengan air dan sabun saja, melainkan juga bisa dengan hand sanitizer atau hand scrub/ alcuta. Berikut adalah langkah mencuci tangan dengan hand scrub/ alcuta yang dianjurkan oleh WHO:

cuci tangan artikel 1

Durasi mencuci tangan dengan alcuta idealnya adalah 20-30 detik, sedangkan jika mencuci tangan dengan air dan sabun keseluruhan prosesnya mencapai 40-60 detik. Berikut adalah langkah mencuci tangan dengan air dan sabun dari WHO:

cuci tangan artikel 2

Mencuci tangan dengan sabun harus dilakukan saat tangan terlihat dalam kondisi kotor dengan kasat mata. Selain itu apabila telah menggunakan handscrub selama 5 kali berturut-turut harus diselingi dengan mencuci tangan menggunakan sabun, agar kelembapan tangan senantiasa terjaga karena sifat handscrub yang kering.

Kapan saja cuci tangan harus dilakukan? Dalam setting rumah sakit perikut adalah 5 waktu yang dianjurkan untuk cuci tangan:

cuci tangan artikel 3

Mencuci tangan sangat penting dilakukan bagi siapa saja. Tidak hanya tenaga kesehatan saja, melainkan keluarga pasien dan pengunjung pasien, bahkan pasien sendiri dianjurkan senantiasa memiliki kesadaran dalam mencuci tangan. Selain dapat mengurangi persebaran infeksi, dengan mencuci tangan ternyata angka resistensi antibiotic juga bisa diturunkan.

SUMBER:

WHO, 2009, Hand Hygiene: Why, How & When?, HUG, Geneva.
CDC, 2015, Show me the science- Why washing your hand?

Read 1348 times Last modified on Tuesday, 31 October 2017 02:34
Rate this item
(0 votes)
Login to post comments

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran
Universitas Gadjah Mada


Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425

Email: unitpublikasi@gmail.com

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2