Ilustrasi Ilustrasi Foto: www.cdc.gov
22 November

Kualitas Anc Di Beberapa Negara Afrika

Written by 

Ante Natal Care (ANC) merupakan salah satu layanan kesehatan yang penting bagi ibu hamil. ANC dapat berperan dalam mendeteksi dan mengurangi faktor risiko sedini mungkin pada ibu maupun janin. Di Etiopia, penurunan angka mortalitas ibu pada  1990-2013 sebanyak 5%. Meski demikian, jumlah kunjungan ANC ibu hamil di negara tersebut hanya 32%. Hal ini menunjukkan rendahnya kunjungan ANC secara tidak langsung juga mempengaruhi peningkatan angka mortalitas ibu. Berbagai hal berpengaruh baik minat maupun kesadaran ibu untuk melakukan ANC, salah satunya adalah kualitas ANC itu sendiri. Bagaimanakah pengaruh kualitas ANC di beberapa negara Afrika? Apa saja upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan angka kunjungan ANC di beberapa negara Afrika?

Nigeria merupakan negara dengan populasi terbanyak di Afrika. Tingkat fertilitas rata-rata di Nigeria adaah 5-6 anak per perempuan. Angka kunjungan ANC juga cenderung rendah, 44% melakukan ANC <4 kali selama kehamilan. 37% lainnya sama sekali tidak melakukan kunjungan ANC, dan hanya 19% yang melakukan kunjungan ANC > 5 kali selama kehamilan. Persepsi ibu hamil terhadap kunjungan ANC mempengaruhi penilaian terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. ANC yang berkualitas sendiri efektivitas, ketaatan, dan kontinyuitas dari pelayanan maupun kunjungan ANC.

Salah satu tolak ukur kualitas ANC adalah kepuasan pasien yang biasanya dinilai melalui kuesioner. 57,1% ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC di Nigeria menyatakan sikap/ pelayanan yang diberikan oleh dokter cukup memuaskan. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan kunjungan ANC sekitar 1,5-3,5 jam tiap kunjungan. 94,9% pasien yang menghabiskan 3 jam saat kunjungan menyatakan puas terhadap pelayanan yang diberikan. Sedangkan 35,1% menyatakan waktu kunjung yang dibutuhkan terlalu lama, dan menyatakan ketidakpuasan. 81,1% ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC di Nigeria menyatakan puas terhadap pelayanan yang diberikan. Bahkan 83,3% menyatakan akan melanjutkan persalinan di faskes yang sama dan merekomendasikan ke kerabat lainnya. Sedangkan 18,9% lainnya menyatakan pelayanan ANC yang diberikan tidak cukup baik dan menolak untuk merekomendasikan faskes tersebut.

Pada penelitian yang dilakukan di Etiopia, menyebutkan bahwa hanya 33% ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC >4x selama kehamilan. 56,5% melakukan kunjungan 1x selama kehamilan, dan sisanya tidak melakukan kunjungan ANC sama sekali. Penelitian ini menyatakan bahwa kunjungan ANCyang intens dipengaruhi oleh tempat tinggal, tingkat edukasi ibu, dan juga kualitas pelayanan yang diberikan. Baik di Etiopia maupun Nigeria, pelayanan ANC yang diberikan secara keseluruhan dinilai memiliki kualitas yang baik. Kualitas pelayanan yang dimaksud adalah pelayanan dokter, perawat, waktu, fasilitas, dan motivasi untuk kontinyuitas kunjungan ANC.

Meski kualitas ANC tergolong baik, petugas kesehatan dan pemerintah setempat terus berupaya untuk meningkatkan angka kunjungan ANC. melalui penelitian ini, timbul harapan dengan meningkatnya angka kunjungan ANC maka angka mortalitas ibu akan menurun. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas pelayanan tenaga kesehatan. Selain itu, upaya pemerataan layanan juga dilakukan bagi ibu hamil yang tinggal di daerah jauh dari faskes. Pemerintah dan tenaga kesehatan di Nigeria juga mengusulkan penggunaan telepon seluler/ HP sebagai sarana pengingat, ataupun media pembelajaran bagi ibu hamil. Harapannya kesadaran masyarakat akan pentingnya ANC dan pengenalan faktor risiko dini juga meningkat.

WHO juga membuat rekomendasi baru untuk meningkatkan kualitas dan kunjungan ANC:

  1. ANC harus dilakukan minimal 8x selama kehamilan
  2. Setiap kunjungan ANC harus diberikan konseling mengenai makan sehat dan aktivitas fisik pada ibu hamil
  3. Pemberian tablet besi (30-60mg) dan asam folat (0,4mg)
  4. Vaksinasi tetanus direkomendasikan bagi semua ibu hamil
  5. USG pertama kali dilakukan pada usia kehamilan <24 minggu
  6. Mendeteksi/ menanyakan kebiasaan penggunaan alkohol ataupun rokok pada ibu hamil.

SUMBER:

Read 172 times
Rate this item
(0 votes)
Login to post comments

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran
Universitas Gadjah Mada


Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425

Email: unitpublikasi@gmail.com

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2