25 September

MTBS dan Peran Komunitas dalam MTBS

Written by 

Anak yang sehat merupakan salah satu tujuan dari SDGs. Target utamanya adalah menurunkan angka kematian neonatal hingga 12 per 1000 kelahiran hidup dan angka kematian balita hingga 25 per 1000 kelahiran hidup. Status imunitas yang belum baik membuat anak, utamanya bayi lebih rentan terserang penyakit daripada orang dewasa. Meski sudah tersedia berbagai fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan life-safing namun tidak semua anak/ keluarga dapat mengakses layanan tersebut. Hal ini dipengaruhi oleh faktor ekonomi, sosial, dan geografis. Salah satu upaya meningkatkan status kesehatan anak dari Kemenkes, dengan membentuk bagan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). Demi mendukung upaya tersebut diperlukan juga peran masyarakat atau komunitas di masing-masing wilayah.

Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) merupakan suatu panduan tata laksana terkait kondisi sakit yang dialami oleh balita. Pada panduan MTBS yang disusun oleh Kemenkes terdiri dari:

  1. Penilaian, klasifikasi, dan tindakan pengobatan
  2. Panduan pengobatan untuk ibu terhadap penyakit yang bisa diatasi di rumah
  3. Konseling ibu
  4. Pelayanan tindak lanjut

Penilaian, Klasifikasi, Dan Tindakan Pengobatan

Panduan ini ditujukan untuk tenaga kesehatan utamanya dalam fasilitas kesehatan primer untuk mampu mengidentifikasi tanda bahaya umum terkait dengan keluhan utama saat balita datang ke puskesmas. Selain itu diperlukan juga untuk memeriksa status gizi, anemia, HIV, imunisasi, pemberian vitamin A, dan mengidentifikasi masalah/ keluhan lain.

Panduan Pengobatan Untuk Ibu Terhadap Penyakit yang Bisa Diatasi di Rumah

Meliputi cara pemberianobat oral seperti:

  • Antibiotik
  • Kotrimoksasol
  • Parasetamol
  • Obat cacingan
  • Zat besi, vit A
  • Obat oral untuk malaria dan infeksi campuran

Selain itu panduan bagi ibu dalam mengobati infeksi lokal yang terjadi di rumah seperti:

  • Mengobati  infeksi mata dengan salep ataupun tetes mata
  • Mengeringkan telinga dengan bahan penyerap
  • Mengobati luka di mulut dengan antiseptik mulut
  • Meredakan batuk dan melegakan tenggorokan dengan bahan yang aman

Cara mendeteksi dan menangani dehidrasi pada anak serta kapan untuk membawanya ke rumah sakit

Konseling Ibu

Konseling yang diberikan untukibu ini meliputi cara pengobatan di rumah seperti yang disebutkan sebelumnya. Selain itu, ibu juga akan diberi konseling mengenai cara pemberian makanan dan masalah yang mungkin terjadi serta cara mengatasinya. Konseling juga diberikan terkait pemberian cairan pada balita. Hal yang tidak kalah penting adalah menganjurkan dan mengingatkan ibu untuk senantiasa menjaga kondisi kesehatan masing-masing selain kesehatan anaknya.

MTBS dan Peran Komunitas dalam MTBS

Pelayanan Tindak Lanjut

Pelayanan tindak lanjut diberikan pada balita dengan kondisi tertentu yang memang membutuhkan perawatan di rumah sakit, seperti:

  • Pneumonia
  • Diare persisten
  • Disentri dan malaria
  • Demam bukan malaria
  • Campak dengan komplikasi pada mata atau mulut
  • Dengue
  • Infeksi telinga akut atau kronis
  • Gizi buruk atau malnutrisi
  • Anemia dan anak dengan risiko HIV

Peran Komunitas dalam MTBS

Dalam pelaksanaannya, peran kader atau komunitas dalam suatu wilayah sangat dibutuhkan untuk membantu penyebaran yang merata dalam upaya MTBS ini.  Komunitas atau kader yang telah terbentuk diharapkan mampu melakukan pendekatan terlebih dahulu dengan caregiver utama yang ada di wilayah tersebut seperti ibu atau tenaga kesehatan setempat. Hal ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang sering muncul di wilayah tersebut. Selanjutnya kader atau komunitas ini membantu dalam memberikan konseling terkait MTBS sekaligus melakukan pendataan/ penilaian rutin dalam wilayah tersebut. Harapannya jangkauan layanan kesehatan akan lebih luas dan merata.

Dalam memberikan konseling ata panduan bagi ibu oleh komunitas, dibutuhkan langkah berikut:

  1. Memberikan informasi
    Misalnya menjelaskan tentang bagaimana cara membagi tablet, menggerus, mencampurkan dengan air dan memberikannya kepada anak
  2. Memberikan contoh/ demonstrasi
    Misalnya menunjukkan cara memotong tablet menjadi 2 bagian
  3. Mempersilakan ibu melakukan apa yang dicontohkan dengan pengawasan

Misalnya meminta ibu memotong sendiri tablet yang dibutuhkan anaknya dan memberikannya kepada anaknya

Selama konseling dilakukan dianjurkan menggunakan kata-kata yang mudah dipahami oleh ibu. Menggunakan alat peraga yang umum atau dimiliki oleh ibu di rumah. Menyediakan sesi tanya jawab dan memberikan feedback selama pelaksanaan. Jangan lupa untuk memastikan ibu memahami apa yang telah dijelaskan dengan mengajukan pertanyaan atau meminta ibu untuk mengisi kuesioner.

Dalam suatu penelitian yang dilakukan pada 2017 disebutkan bahwa pelaksanaan MTBS juga berhubungan dengan pemberian imunisasi pada balita di puskesmas Bahu. Pelaksanaan MTBS dalam hal kelengkapan imunisasi dasar bada balita harus dilakukan dengan baik sehingga imunisasi dasar pada balita terlaksana sesuai jadwal. Di sinilah dibutuhkan peran dari kader dan juga komunitas yang ada. Memberikan konseling dan membantu terlaksananya imunisasi sesuai jadwal sehingga pelaksanaan MTBS akan lebih terpantau dan merata.

Sumber:

Read 359 times Last modified on Tuesday, 31 October 2017 02:35
Rate this item
(0 votes)
Login to post comments

Kantor

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran
Universitas Gadjah Mada


Gd. IKM Baru Lt. 2, Sayap Utara
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp: (+62274) 549425

Email: unitpublikasi@gmail.com

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskes rural  aids2