Perencanaan Berbasis Bukti Sektor Kesehatan Ibu dan Anak

Latar Belakang

Indonesia adalah negara besar dengan 237 juta penduduk, 33 propinsi, dan 497 kabupaten/kota. Indonesia termasuk negara yang unik karena memiliki variasi dalam banyak hal, baik dalam status sosial-ekonomi maupun indikator kesehatan termasuk dalam bidang ibu dan anak. Indikator nasional menunjukkan adanya kesenjangan (inequity) antar propinsi dan antar kabupaten/kota, berdasarkan kelompok sosial-ekonomi dan secara geografis.

Hasil Analisis Equity menunjukkan bahwa angka kematian balita di propinsi kepulauan cenderung stagnan

Secara nasional terjadi stagnasi AKI dan AKB, serta ada indikasi peningkatan AKI justru di pelayanan rujukan (RS)

Hasil analisis equity juga menunjukkan bahwa kematian bayi baru lahir di propinsi kepulauan memburuk setelah era desentralisasi. Apabila dilihat lebih jauh, peningkatan angka mortalitas neonatal terjadi setelah tahun 2000 di Daerah Terpencil Perbatasan dan Kepulauan (DTPK).

Selain dilihat dari sisi epidemiologis, kita perlu memandang masalah ini dari segi managemen dan sudut pandang ekonomi kesehatan.

Situasi pembiayaan KIA saat ini menunjukkan bahwa:

  • Kontribusi Pembiayaan KIA Pemerintah Pusat melalui APBN semakin besar
  • Proporsi APBD untuk KIA cenderung tetap kecil di beberapa kabupaten/kota
  • Belum optimalnya peran kontribusi Propinsi dalam KIA
  • Perencanaan dan penganggaran kesehatan di daerah belum banyak yang berbasis data lokal spesifik serta menggunakan bukti ilmiah (evidence-based)

Berdasarkan hasil analisis tersebut, diperlukan sebuah perbaikan yang cukup cepat (scaling up) dalam hal perencanaan sektor kesehatan, terutama kesehatan ibu dan anak. Pengembangan pendekatan perencanaan kesehatan ini diharapkan dapat mendukung upaya percepatan pencapaian tujuan MDGs terutama 4 dan 5. Inisiatif yang dilaksanakan untuk mewujudkan perbaikan perencanaan tersebut adalah pendekatan perencanaan yang berbasis bukti atau selanjutnya disingkat PBB sektor KIA. Perencanaan Berbasis Bukti sektor KIA akan berfokus menggunakan pendekatan analisis hambatan (bottleneck) dalam perencanaan dan penganggaran untuk sektor kesehatan ibu dan anak serta gizi. Data lokal dan global yang tersedia akan digunakan sebagai bagian dari analisis.

Tiga kegiatan yang menjadi titik penting pendekatan PBB:

  1. PBB memberikan dukungan kepada pimpinan Dinkes Kabupaten/Kota agar mampu menyusun perencanaan dan penganggaran yang berbasis bukti
  2. Menggunakan data spesifik daerah sebagai dasar untuk menyusun rencana strategis program KIA, khususnya dan Renstra Kesehatan daerah secara menyeluruh dan terintegrasi
  3. Menyediakan bukti nyata tentang besaran 'jumlah dana yang efisien' untuk bernegosiasi dengan legislatif dengan tujuan;
    • Pimpinan Daerah menyediakan dan menyetujui anggaran yang cukup untuk meningkatkan status derajat KIA.
    • Advokasi anggaran agar dapat dialokasikan untuk strategi yang tepat sasaran dan berdampak tinggi.

 

Pengembangan PBB melalui Pembelajaran Berbasis Internet

Proses pengembangan PBB sektor KIA di Provinsi Papua mendapatkan tanggapan positif dari banyak stakeholder. Hasil evaluasi awal dari implementasi di Provinsi Papua menunjukkan inisiatif PBB ini berperan membantu perencana kesehatan di level kabupaten untuk menyusun program yang sensitif terhadap masalah KIA yang dihadapi. PKMK UGM dan UNICEF Indonesia telah bekerja sama dengan pemerintah Provinsi Papua untuk membentuk dan memperkuat tim PBB yang telah ada sejak tahun 2012 yang lalu. Beberapa kegiatan pelatihan telah dilaksanakan agar kompetensi tim PBB tingkat nasional terus meningkat.

Sebagai bentuk rencana pengembangan lebih lanjut, PKMK UGM berupaya untuk mengembangkan inisiatif Perencanaan Berbasis Bukti melalui pendekatan web-based learning. Upaya tersebut diwujudkan dalam penerbitan modul pembelajaran online melalui website www.kesehatan-ibuanak.net Modul ini dapat digunakan sebagai panduan bagi tim perencana kesehatan dalam melaksanakan lokakarya perencanaan berbasis bukti sektor KIA di tingkat kabupaten.

Modul ini merupakan hasil adaptasi dari dokumen "Facilitator's Toolkit for Stakeholders' Workshops for Analysis of Health Systems Constraints (Bottlenecks) and Strategies" yang telah disusun oleh University of Queensland, Australia. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada akan berperan sebagai pendamping dan konsultan bagi tim perencana kesehatan yang akan mengadopsi pendekatan Perencanaan Berbasis Bukti di Indonesia.

Modul online ini secara rinci akan menguraikan tahap pelaksanaan Perencanaan Berbasis Bukti Sektor KIA. Pembaca dapat mengklik masing-masing kotak pada Bagan 1 untuk melihat uraian masing-masing tahap implementasi PBB.

 Bagan 1. Alur Kerja Pendekatan Perencanaan Berbasis Bukti

 

pende



 Penanggung Jawab :

  1. dr. Tiara Marthias, MPH
    Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  2. Digna Niken Purwaningrum, SGz, MPH
    Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Copyright © 2017 KIA PKMK UGM

Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates