Peningkatan Peran Perguruan Tinggi dalam Menurunkan Kematian Ibu dan Bayi

Latar Belakang

Latar Belakang

Indonesia adalah negara besar dengan 253 juta penduduk, 34 provinsi, dan 539 kabupaten/kota. Indonesia termasuk negara yang unik karena memiliki variasi dalam banyak hal, baik dalam status sosial-ekonomi maupun indikator kesehatan termasuk dalam bidang ibu dan anak. Indikator nasional menunjukkan adanya kesenjangan (inequity) antar provinsi dan antar kabupaten/kota, serta antarkelompok sosial-ekonomi dan secara geografis. Analisa kesenjangan ini juga menunjukkan bahwa angka kematian balita di provinsi kepulauan cenderung stagnan.

Tantangan utama Indonesia dalam bidang kesehatan ibu dan anak ditunjukkan dengan meningkatnya angka kematian ibu dari 228 kematian per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007) menjadi 359 di tahun 2012 (SDKI, 2012). Tantangan lain ditunjukkan dengan tidak adanya perbaikan atau stagnansi pada angka kematian bayi. Kedua indikator ini, yaitu AKI dan AKB, merupakan salah satu tolak ukur utama dalam penilaian keberhasilan sistem kesehatan suatu negara. Sehingga, Indonesia masih membutuhkan banyak perbaikan dalam hal kesehatan ibu dan anak (KIA).

Tantangan sistem kesehatan dan KIA ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu; (1)kurang optimalnya perencanaan dan penganggaran di sektor KIA pada level kabupaten/kota, (2) sistem rujukan maternal dan neonatal yang belum terkoordinasi antara masyarakat, dinas kesehatan, serta rumah sakit, serta (3) kurang berkembangnya sistem pelacakan kasus kematian ibu dan bayi baru lahir. Sejumlah aspek di atas, apabila dapat diterapkan dengan baik di level kabupaten/kota, maka akan dapat membantu upaya penurunan angka kematian ibu dan anak. Hal ini berdasarkan pengembangan keilmuan yang berdasarkan bukti (evidence-based).

Sejak Annual Scientific Meeting tahun 2009 Fakultas Kedokteran UGM telah memberikan perhatian besar pada upaya penurunan kematian ibu dan bayi. Dari diskusi di ASM, keluar berbagai ide dan pengembangan gagasan antara lain mengenai program Sister Hospital, pengembangan manual rujukan, sampai ke penguatan Surveilans Respons KIA di DIY. Berbagai ide selama 5 (lima) tahun ini telah dilakukan sehingga ada pengalaman menarik untuk dikembangkan. Pengalaman utama yang dapat diambil adalah peran tim Perguruan Tinggi yang tersusun dari berbagai tenaga ahli untuk mendukung usaha menurunkan kematian ibu dan bayi di daerah masing-masing. Untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) melahirkan dan angka kematian bayi (AKB), perlu adanya kerja sama antara Perguruan Tinggi dan Dinas Kesehatan setempat. Dengan harapan penurunan AKI dan AKB dapat terarah dan terfokus dengan hasil yang lebih maksimal.

Peran tim Perguruan Tinggi dan Dinas Kesehatan untuk mendukung penurunan AKI dan AKB ini telah didiseminasikan melalui Blended Learning KIA tahap pertama, yakni satu lokakarya yang menggunakan media tatap muka langsung dan online, yang melibatkan 5 perguruan tinggi dan Dinas Kesehatan kabupaten/kota/provinsi di Indonesia. Pada Blended Learning tahap pertama, telah dibahas bagaimana peran Perguruan Tinggi sebagai tenaga ahli dalam bentuk Konsultan Manajemen dan Konsultan Teknis yang mempunyai keahlian dari manajemen kesehatan, spesialisasi obsgyn, spesialis anak, bidan, epidemiolog, sampai promosi kesehatan dimana peran dapat dilakukan di wilayah regional dimana Perguruan Tinggi tersebut berada, atau di tempat yang membutuhkan dengan ketrampilan, SOP dan standar biaya yang jelas.

Sebagai kelanjutan dari proses tersebut dan berdasarkan masukan serta pengalaman dari Blended Learning tahap pertama, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM menyelenggarakan Blended Learning KIA tahap kedua yang akan membahas materi mengenai peningkatan peran Perguruan Tinggi dan Dinas Kesehatan dengan pendalaman pada topik sebagai berikut:

  1. Perencanaan dan penganggaran berbasis bukti untuk sektor KIA
  2. Pengembangan sistem surveilans KIA, serta
  3. Pengembangan sistem rujukan maternal dan neonatal di tingkat kabupaten/kota.

 

Tujuan

  Tujuan Kegiatan

Tujuan Umum :
Meningkatan kemampuan perguruan tinggi sebagai tim konsultan manajemen dan teknis KIA bagi dinas kesehatan kabupatren/kota dan provinsi.

Tujuan Khusus:
Para peserta dalam program ini diharapkan mampu:

  1. Memahami Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Bukti sektor Kesehatan Ibu dan Anak
    Pemahaman ini penting untuk menjawab berbagai pertanyaan seperti:
    1. Bagaimana cara menyusun perencanaan dan penganggaran berbasis bukti bagi pimpinan Dinkes Kabupaten/Kota?
    2. Bagaimana penggunaan data spesifik daerah sebagai dasar untuk menyusun rencana strategis program KIA?
    3. Bagaimana cara Menyediakan bukti nyata tentang besaran 'jumlah dana yang efisien' untuk bernegosiasi dengan legislatif
  2. Memahami Pengembangan Sistem Rujukan dan Manual Rujukan Maternal dan Neonatal
    Pemahaman ini penting untuk menjawab:
    1. Bagaimana alur kegiatan pelayanan ibu hamil, persalinan, nifas, dan pelayanan bayi berdasarkan continuum of care lengkap dengan Pedoman dan SOP yang terkait dengan sumber pembiayaan?
    2. Apa saja tugas lembaga-lembaga dan profesi yang terlibat dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak?
    3. Apa yang menjadi acuan kegiatan dilapangan untuk Kelompok Kerja Rujukan dalam perencanaan (persiapan Musrenbang), pelaksanaan, dan monitoring hasil?
  3. Memahami Pengembangan Sistem Surveilans Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir
    Pemahaman ini penting untuk menjawab:
    1. Bagaimana implementasi model surveilans kematian ibu dan bayi baru lahir?
    2. Bagaimana cara mengembangkan desain, prosedur dan instrumen pelacakan kasus kematian ibu dan bayi baru lahir?

Gambaran Pelatihan Secara Umum

  1. Blended Learning KIA dilaksanakan dengan format pelatihan jarak jauh (PJJ) selama 6 minggu yang terdiri dari: 5 kali lokakarya secara online (melalui Skype atau Webinar) dan 1 kali lokakarya tatap muka.
  2. Lokakarya online dengan alokasi waktu 2-3 jam/minggu
  3. Lokakarya tatap muka selama 1 hari.
  4. Peserta pelatihan adalah tim yang terdiri dari ahli kesehatan yang berbeda dengan anggota 5-6 orang
  5. Materi lokakarya terdiri dari 3 modul utama
  6. Metode pembelajaran: Self Learning, Diskusi On-Line, Penugasan, Tatap Muka
  7. Metode evaluasi peserta/tim: bertahap secara tertulis hasil penugasan tiap modul melalui web/internet

Sasaran pelatihan: Tim konsultan KIA di perguruan tinggi di seluruh Indonesia.


Jadwal

Kegiatan ini akan dilaksanakan mulai tanggal 5 September – 10 Oktober 2014 (pelatihan jarak jauh), dilanjutkan dengan tatap muka di minggu tanggal 17 Oktober 2014.

Rundown Kegiatan BL KIA Tahap 2: 2 September – 17 Oktober 2014

Tanggal

Kegiatan

Pemateri/Penanggung Jawab Keterangan

Selasa, 2 September 2014 Ujicoba Webinar

Dhini Rahayu Ningrum

Diikuti oleh seluruh peserta
Jum’at, 5 September 2014

13.00 – 15.00 WIB
Sesi Pertama:

Pembukaan Blended Learning KIA Tahap 2 dan Pengenalan Materi
Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD



Penugasan I: Materi penugasan dan presentasi akan di upload pada
Tanggal 5 September 2014

Senin, 8 September 2014

23.59 WIB

Deadline pengumpulan Penugasan I



Tugas dikirimkan melalui milis BL KIA 2

Kamis, 11 September 2014


14.00 – 16.00 WIB

Modul Pertama:
Perencanaan Berbasis Bukti untuk Sektor KIA:
  • Analisa penyebab kematian ibu dan anak di daerah
  • Pemilihan intervensi berbasis bukti
  • Identifikasi masalah sistem kesehatan & strategi kesehatan
dr. Likke Prawidya Putri, MPH

dr. Tiara Marthias, MPH





Penugasan II: Materi penugasan dan presentasi akan di upload pada
Tanggal 11 September 2014

Senin, 15 September 2014

23.59 WIB
Deadline pengumpulan Penugasan II



Tugas dikirimkan melalui milis BL KIA 2

Kamis, 18 September 2014



14.00 – 16.00 WIB





Modul Pertama (lanjutan):
Perencanaan Berbasis Bukti untuk Sektor KIA:
  • Menyusun strategi dan rencana progam kesehatan
  • Menyusun dokumen budget daerah
  • Potensi pendanaan untuk tim konsultan KIA 
M. Faozi Kurniawan, SE, Akt, MPH

dr. Tiara Marthias, MPH





Penugasan III: Materi penugasan dan presentasi akan di upload pada
Tanggal 18 September 2014
Senin, 22 September 2014

23.59 WIB

Deadline pengumpulan Penugasan III



Tugas dikirimkan melalui milis BL KIA 2

24-26 September 2014:
Break untuk Mengikuti:
Forum Nasional Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia di Bandung
Kamis, 2 Oktober 2014

14.00 – 16.00 WIB

Modul Kedua:

Pengembangan manual rujukan kesehatan ibu dan anak di daerah
dr. Sitti Noor Zaenab, M.Kes



Penugasan IV: Materi penugasan dan presentasi akan di upload pada
Tanggal 3 Oktober 2014
Senin, 6 Oktober 2014

23.59 WIB

Deadline pengumpulan Penugasan IV



Tugas dikirimkan melalui milis BL KIA 2

Kamis, 9 Oktober 2014

14.00 – 16.00 WIB
Modul Ketiga:
Pengembangan sistem surveilans kematian ibu dan bayi baru lahir
dr. Hanevi Djasri, MARS



Penugasan V: Materi penugasan dan presentasi akan di upload pada
Tanggal 10 Oktober 2014
Senin, 13 Oktober 2014

23.59 WIB
Deadline pengumpulan Penugasan V



Tugas dikirimkan melalui milis BL KIA 2

Jum’at, 17 Oktober 2014

09.00 – 16.00 WIB

Pertemuan Tatap Muka di Yogyakarta:

Pembahasan hasil kerja kelompok untuk tiga topik blended learning KIA dan rencanan tindak lanjut di daerah
Tim Blended Learning KIA, PKMK FK UGM



Pembiayaan dan Fasilitas

  1. Biaya Pelatihan
    1. Biaya Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) : Rp5.000.000 untuk setiap tim (1 tim maksimal 6 orang)
    2. Biaya Tatap Muka (workshop) : Rp500.000 untuk setiap orang
  2. Fasilitas
    1. Sertifikat SKP IDI (dalam proses) dan surat keterangan kelompok
    2. Konsumsi selama meeting, seminar kit, dan sertifikat SKP IDI (workshop)
Website Kesehatan Ibu dan Anak ( www.kesehatan-ibuanak.net ) akan digunakan sebagai wadah pelatihan Blended Learning KIA ini.


Contact Person

Dhini Rahayu Ningrum, SGz

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
HP : 0813 2727 8293


Copyright © 2017 KIA PKMK UGM

Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates